Harga Emas Dunia Turun 2,7 Persen dan Terseret Penguatan Dolar AS
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
Pasar Global Menekan Harga Emas Akibat Dolar Menguat dan Minyak Naik
Jakarta – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026 atau Jumat waktu Jakarta. Penurunan ini terjadi setelah dolar Amerika Serikat menguat dan harga minyak meningkat, sehingga memicu kekhawatiran inflasi serta ekspektasi kenaikan suku bunga.
Data CNBC menunjukkan harga emas spot turun 2,7 persen menjadi USD 4.384,38 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup merosot 3,9 persen ke level USD 4.376,3 per ounce.
Penguatan dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. Kondisi ini langsung menekan permintaan terhadap logam mulia tersebut di pasar global.
Analis Menilai Suku Bunga Tinggi Mengurangi Daya Tarik Emas
Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai tekanan terhadap emas semakin kuat karena pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga di tengah inflasi yang masih tinggi.
Ia menyebut harga emas berpotensi turun di bawah USD 4.000 per ounce jika konflik terus berlanjut. Sebaliknya, jika terjadi gencatan senjata dan ekspektasi penurunan suku bunga kembali muncul, harga emas berpeluang naik mendekati USD 5.000 per ounce.
Dalam kondisi suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke instrumen yang memberikan imbal hasil. Akibatnya, emas yang tidak menghasilkan bunga menjadi kurang menarik dalam jangka pendek.
Ketegangan Timur Tengah dan Harga Minyak Memicu Tekanan Tambahan
Di sisi lain, konflik di Timur Tengah turut memperkuat tekanan terhadap pasar emas. Kenaikan harga energi akibat gangguan pasokan meningkatkan risiko inflasi global.
Amerika Serikat mengusulkan penghentian konflik yang telah berlangsung hampir empat pekan. Namun, pejabat senior Iran menilai proposal tersebut tidak adil dan bersifat sepihak.
Meski demikian, Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz sebagai sinyal itikad baik dalam proses negosiasi.
Pergerakan Logam Mulia Lain Ikut Melemah Bersamaan
Selain emas, logam mulia lain juga mengalami penurunan tajam. Harga perak spot turun 5 persen menjadi USD 67,71, sementara platinum melemah 4,2 persen ke USD 1.839,67.
Selanjutnya, paladium juga terkoreksi sekitar 5 persen ke level USD 1.352,82. Penurunan serentak ini menunjukkan tekanan luas di pasar komoditas logam akibat dinamika ekonomi global.
Sebelumnya, harga emas sempat menguat setelah penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi. Namun, pernyataan yang saling bertentangan antara AS dan Iran kembali memicu ketidakpastian dan membalikkan arah pasar.
