Harga Emas Tiarap! Bertahan di US$4.200/ons

Harga Emas Bertahan di Kisaran US$4.200 per Ons

Karyawati menunjukkan emas Pegadaian di salah satu galeri 24 Pegadaian, Salemba Jakarta, Kamis (4/5). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Emas Bergerak Tipis di Awal Perdagangan

Harga emas dunia tidak banyak berubah pada perdagangan Kamis, 4 Desember 2025. Pasar hanya melihat penurunan kecil yang tidak mengubah arah utama. Investor tetap menaruh harapan bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, akan menurunkan suku bunga bulan ini sehingga mereka cenderung bertahan di posisi masing-masing.

Pada pukul 06.31 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah tipis sebesar 0,03 persen dan berada di level US$4.204,79 per troy ons. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih menunggu katalis ekonomi yang lebih kuat.

Emas Mengalami Pelemahan Dua Hari Beruntun

Pada perdagangan sebelumnya, Rabu 3 Desember 2025, harga emas turun 0,03 persen ke US$4.205,98 per troy ons. Koreksi itu menjadi penurunan dua hari berturut-turut, meskipun penurunannya sangat kecil. Kondisi ini menggambarkan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati menjelang keputusan kebijakan The Fed.

Data Ketenagakerjaan AS Melemah dan Mendorong Ekspektasi Penurunan Suku Bunga

Harga emas tetap stabil pada perdagangan Rabu karena pasar merespons data ketenagakerjaan swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan. Laporan ADP menunjukkan jumlah lapangan kerja swasta turun 32.000 pada November. Angka ini jauh dari ekspektasi kenaikan 10.000 pekerjaan sehingga memperkuat pandangan bahwa ekonomi mulai melambat.

Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, mengatakan bahwa data ADP yang meleset dan rekor baru perak membantu mempertahankan kekuatan harga emas. Ia menjelaskan bahwa emas mengikuti reli perak yang terus mencetak level tertinggi.

Peluang Pemangkasan Suku Bunga Meningkat Tajam

Investor kini melihat peluang besar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan 9–10 Desember. Alat FedWatch CME menunjukkan probabilitas mencapai 89 persen. Perusahaan pialang besar juga memperkirakan langkah serupa karena data ekonomi yang melemah membuat ruang untuk pelonggaran moneter semakin terbuka.

Pasar Menunggu Data Inflasi Utama AS

Pelaku pasar masih menunggu rilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) bulan September yang sempat tertunda. Data ini menjadi indikator inflasi favorit The Fed. Jika angka inflasi melemah, peluang penurunan suku bunga semakin besar dan potensi penguatan emas bisa meningkat.

Emas Mendapat Dukungan dari Prospek Suku Bunga Rendah

Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Ketika bunga turun, biaya peluang memegang emas mengecil dan permintaan cenderung naik. Kondisi ini menjelaskan mengapa pergerakan emas tetap stabil meskipun ada koreksi kecil dalam dua hari terakhir.