Harga Emas Dunia Terus Menguat dan Mendekati Rekor Baru

Harga Emas Global Menyentuh Level Tertinggi Sepanjang Sejarah
Jakarta – Harga emas dunia kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Jumat, 23 Januari 2026. Data Reuters menunjukkan harga emas spot naik 0,4 persen ke level US$ 4.957,10 per troy ons pada pukul 05.36 GMT. Pada perdagangan intraday di hari yang sama, harga emas bahkan sempat menyentuh posisi US$ 4.966,59 per troy ons, memperkuat tren penguatan logam mulia di pasar global.
Kenaikan tersebut menandai lanjutan reli harga emas yang terus berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Investor global semakin agresif memburu emas sebagai aset lindung nilai seiring meningkatnya risiko geopolitik dan perubahan arah kebijakan moneter global.
Praktisi Pasar Modal Memprediksi Harga Emas Terus Naik hingga 2030
Co-Founder PasarDana sekaligus praktisi pasar modal, Hans Kwee, menyampaikan bahwa harga emas dunia masih memiliki ruang kenaikan yang sangat besar dalam beberapa tahun ke depan. Ia memproyeksikan harga emas berpotensi menembus US$ 10.000 per troy ons pada 2030, atau setara sekitar Rp 168.452.000 dengan asumsi kurs Rp 16.845 per dolar AS.
Hans menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, harga emas pada 2026 berpeluang bergerak menuju kisaran US$ 5.400 per troy ons. Proyeksi tersebut didukung oleh berbagai lembaga keuangan global, seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank, yang memperkirakan harga emas dapat naik hingga 20 persen dalam waktu dekat.
Ketegangan Global dan Pelemahan Dolar Mendorong Permintaan Emas
Hans menilai kenaikan harga emas tidak terlepas dari meningkatnya tensi geopolitik global. Konflik berkepanjangan, termasuk dampak lanjutan perang Rusia-Ukraina, mendorong banyak negara dan investor mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Pembekuan aset Rusia disebut menjadi titik balik yang membuat dunia mulai mempertanyakan keamanan memegang cadangan dalam bentuk dolar.
Selain itu, kebijakan perang tarif dan dinamika politik global turut mempercepat pergeseran tersebut. Hans menyebut banyak negara kini memilih mengalihkan cadangan devisanya ke emas. Kondisi itu tercermin dari pembelian emas yang terus dilakukan oleh bank sentral di berbagai negara.
Harga Emas Dalam Negeri Terus Mengikuti Tren Global
Sejalan dengan penguatan harga emas dunia, harga emas dalam negeri juga terus mencetak rekor baru. Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam 24 karat pada Jumat, 23 Januari 2026, melonjak Rp 90.000 per gram ke level Rp 2.880.000 per gram. Kenaikan tersebut memperkuat posisi emas sebagai instrumen investasi yang semakin diminati masyarakat.
