Harga Emas Dunia Hari Ini Kamis 4 Desember 2025 Bergerak Sideways, Harapan Penurunan Suku Bunga Menguat

Harga emas dunia hari ini Kamis 4 Desember 2025 bergerak stabil atau sideways. Pasar merespons pelemahan data tenaga kerja sektor swasta Amerika Serikat yang memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan oleh The Federal Reserve. Kondisi ini kembali mendorong minat investor terhadap aset lindung nilai seperti emas.
Harga Emas Spot Tetap Bertahan di Level Tinggi
Pasar global mencatat harga emas spot berada di kisaran US$4.202,06 per troy ounce. Sebelumnya, harga sempat menyentuh titik tertinggi harian di level US$4.241,29 per troy ounce. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari justru bergerak menguat sebesar 0,3 persen ke posisi US$4.232,50 per troy ounce.
Pergerakan yang relatif stabil ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang keputusan penting bank sentral Amerika Serikat terkait arah suku bunga.
Data Tenaga Kerja AS Perkuat Harapan Pemangkasan Suku Bunga
Laporan ADP menunjukkan jumlah tenaga kerja sektor swasta Amerika Serikat pada November 2025 justru menyusut sebanyak 32.000 orang. Padahal, para ekonom sebelumnya memperkirakan penambahan sekitar 10.000 tenaga kerja baru.
Situasi ini langsung memengaruhi proyeksi suku bunga. Alat pemantau CME FedWatch kini mencatat peluang sebesar 89 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan pekan depan. Sejumlah pialang besar bahkan memperkirakan kebijakan serupa akan kembali muncul pada rapat 9 hingga 10 Desember 2025.
Harga Perak Cetak Rekor dan Dorong Sentimen Pasar
Di sisi lain, harga perak sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level US$58,98 per troy ounce pada sesi sebelumnya. Meski saat ini bergerak lebih stabil, lonjakan besar sepanjang tahun tetap menarik perhatian pelaku pasar.
Senior Market Strategist RJO Futures, Bob Haberkorn, menilai kombinasi melemahnya data tenaga kerja dan lonjakan perak menjadi faktor utama yang menopang pergerakan emas. Menurutnya, harga perak telah melonjak sekitar 102 persen sepanjang 2025 akibat kekhawatiran pasokan, masuknya perak sebagai mineral kritis AS, serta derasnya aliran dana ke pasar saham Amerika.
Haberkorn juga memprediksi harga perak masih berpeluang menembus level US$60 per troy ounce dalam waktu dekat.
Logam Mulia Lainnya Ikut Menguat
Tak hanya emas dan perak, logam mulia lainnya juga mencatat penguatan. Harga platinum naik 0,9 persen ke level US$1.652,03 per troy ounce. Sementara itu, harga palladium menguat 0,4 persen ke posisi US$1.466,98 per troy ounce.
Di segmen logam industri, harga tembaga mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Rabu. Pelemahan dolar AS, kekhawatiran gangguan pasokan, serta menipisnya stok di gudang London Metal Exchange mendorong lonjakan harga tembaga tersebut.
Investor Menanti Data Inflasi AS
Pelaku pasar kini menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures periode September yang sempat tertunda dan dijadwalkan keluar pada Jumat. Data ini menjadi indikator utama inflasi yang selalu menjadi acuan kebijakan moneter The Fed.
Secara historis, kebijakan suku bunga yang lebih rendah memang cenderung menguntungkan emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga. Oleh sebab itu, setiap sinyal pelonggaran moneter biasanya langsung mendorong kenaikan permintaan emas.
Kesimpulan Pergerakan Harga Emas Dunia Hari Ini
Harga emas dunia hari ini Kamis 4 Desember 2025 bergerak sideways seiring pelemahan data tenaga kerja Amerika Serikat yang memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Di tengah kondisi tersebut, harga perak mencetak rekor dan logam mulia lainnya ikut menguat. Pasar kini menunggu rilis data inflasi AS sebagai penentu arah harga emas selanjutnya.
