Harga Emas Dunia Naik Tipis pada 18 Agustus 2025, Comex Tembus US$3.386,90 per Troy Ounce
emasharini.id — Harga emas dunia mencatatkan penguatan tipis pada perdagangan Senin, 18 Agustus 2025. Di bursa berjangka Comex, harga emas naik sebesar 0,13% dan mencapai US$3.386,90 per troy ounce. Sementara itu, harga emas spot juga menguat 0,14% ke level US$3.340,77 per troy ounce.
Data Inflasi Amerika Serikat Dorong Permintaan Emas
Kenaikan ini didorong oleh lonjakan Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat, yang mengindikasikan inflasi produsen meningkat lebih tajam dari perkiraan analis. Dengan kondisi tersebut, pasar mulai meragukan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat. Alhasil, banyak investor mengalihkan dana mereka ke emas sebagai aset lindung nilai yang lebih aman.
Ketegangan Geopolitik Tambah Sentimen Positif terhadap Emas
Selain faktor ekonomi, ketidakpastian geopolitik turut memengaruhi sentimen pasar. Rencana pertemuan trilateral antara mantan Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menimbulkan kekhawatiran baru. Ketegangan semacam ini biasanya mendorong pelaku pasar untuk masuk ke aset safe haven, seperti logam mulia.
Analis Prediksi Pergerakan Harga dalam Rentang Terbatas
Sejumlah analis memperkirakan harga emas akan bergerak dalam rentang support US$3.302 hingga resistance US$3.416 per troy ounce sepanjang pekan ini. Untuk perdagangan harian, fluktuasi diperkirakan terjadi antara US$3.319 hingga US$3.368 per troy ounce. Dengan kondisi global yang masih diliputi ketidakpastian, volatilitas emas kemungkinan tetap tinggi.
Investor Indonesia Perlu Pantau Tren Harga Global
Bagi investor domestik, tren kenaikan harga emas dunia memberikan sinyal penting. Harga emas lokal, termasuk emas Antam dan produk batangan lainnya, berpotensi mengikuti pola yang sama. Oleh karena itu, investor sebaiknya memperhatikan perkembangan global sebagai dasar dalam mengambil keputusan investasi, baik untuk membeli maupun mempertahankan posisi.
Melihat ketidakpastian ekonomi global dan potensi inflasi yang terus menguat, emas masih menjadi pilihan utama untuk strategi perlindungan nilai (hedging). Investasi pada logam mulia ini dinilai mampu memberikan stabilitas dan keamanan