Harga Emas Dunia Menguat karena Ekspektasi The Fed
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723185/original/051536300_1705921815-fotor-ai-2024012218929.jpg)
Harga emas dunia menutup perdagangan akhir pekan lalu dengan tren positif. Pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve (The Fed) berpotensi menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi mendorong permintaan emas meningkat, khususnya dari investor global yang mencari aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi.
Analis Prediksi Emas Bisa Terus Naik
Andy Nugraha, analis Dupoin Futures Indonesia, menilai tren harga emas masih menguat pekan ini. Ia menekankan bahwa ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed menjadi faktor utama yang membuat harga emas bergerak naik selama beberapa sesi terakhir.
“Banyak pelaku pasar memperkirakan The Fed segera melonggarkan kebijakan moneternya. Kondisi ini melemahkan dolar AS dan menurunkan opportunity cost dalam memegang emas,” ujar Andy Nugraha, dikutip Senin (1/12/2025).
Prospek Harga Emas Minggu Ini
Secara teknikal, Andy memproyeksikan momentum bullish bisa terus berlanjut. Harga emas dunia berpotensi menembus level USD 4.381 dalam satu minggu ini. Level ini dianggap sebagai resistance psikologis yang dapat menentukan arah pergerakan pasar berikutnya.
Investor Disarankan Waspada Pergerakan Dolar
Meskipun harga emas berpotensi naik, investor tetap disarankan mengawasi fluktuasi dolar AS. Kenaikan dolar bisa menekan harga emas dan mempengaruhi keputusan investasi. Dengan demikian, pemantauan pasar global menjadi kunci bagi pelaku pasar untuk mengantisipasi perubahan cepat.
Sentimen pasar saat ini menguntungkan emas sebagai aset safe haven. Ekspektasi pelonggaran The Fed, pelemahan dolar AS, dan penurunan imbal hasil obligasi menjadi faktor utama pendorong penguatan harga emas. Analis memproyeksikan harga logam mulia berpotensi menembus USD 4.381 dalam minggu ini, selama momentum bullish tetap bertahan.
