Harga Emas Dunia Pecah Rekor dan Menguat Tajam pada Akhir Januari 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Selasa, 27 Januari 2026, atau Rabu waktu Jakarta. Lonjakan harga ini terjadi ketika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global mendorong investor memburu emas sebagai aset lindung nilai utama di tengah tekanan pasar keuangan internasional.
Berdasarkan laporan CNBC, harga emas di pasar spot melonjak 2,4 persen dan mencapai USD 5.136,47 per ons. Capaian tersebut sekaligus menandai momen penting karena harga emas berhasil menembus level psikologis USD 5.000 per ons untuk pertama kalinya pada awal pekan. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari ditutup relatif stabil di level USD 5.082,60 per ons.
Ketidakpastian Global Mendorong Reli Harga Emas Sepanjang Tahun
Kenaikan harga emas sepanjang 2026 menunjukkan tren penguatan yang konsisten. Hingga akhir Januari, harga emas telah melonjak lebih dari 18 persen, melanjutkan reli signifikan yang sudah terbentuk sejak tahun sebelumnya. Reli ini dipicu oleh kombinasi faktor global, mulai dari ketegangan geopolitik, kekhawatiran perlambatan ekonomi, hingga meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga di Amerika Serikat.
Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral dunia terus meningkat seiring menguatnya tren dedolarisasi global. Kondisi ini membuat emas semakin diminati sebagai aset strategis untuk menjaga nilai cadangan di tengah fluktuasi nilai tukar dan ketidakpastian kebijakan moneter global.
Pasar Memantau Kebijakan The Fed di Tengah Lonjakan Harga
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke pertemuan kebijakan Federal Reserve Amerika Serikat yang berlangsung selama dua hari. Meskipun suku bunga diperkirakan tetap bertahan, investor mencermati pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang dinilai krusial dalam membaca arah kebijakan moneter ke depan. Kekhawatiran mengenai independensi bank sentral turut memperkuat sentimen defensif di pasar emas.
Aktivitas perdagangan emas juga mencatat rekor baru. CME Group melaporkan volume perdagangan harian logam mulia mencapai 3.338.528 kontrak pada 26 Januari 2026. Angka ini melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada Oktober 2025, menandakan tingginya minat investor global terhadap emas.
Bank Dunia Memproyeksikan Harga Emas Tembus USD 6.000
Sejumlah lembaga keuangan global mulai merevisi naik proyeksi harga emas. Deutsche Bank dan Societe Generale memperkirakan harga emas berpotensi mencapai USD 6.000 per ons pada akhir 2026. Proyeksi tersebut sejalan dengan kuatnya permintaan emas dan meningkatnya risiko global yang belum menunjukkan tanda mereda.
Sementara itu, pergerakan logam mulia lain juga menunjukkan volatilitas tinggi. Harga perak melonjak tajam dan mencatatkan rekor baru, sementara platinum dan paladium mengalami koreksi setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi. Kondisi ini menegaskan bahwa pasar logam mulia masih berada dalam fase fluktuatif dengan potensi pergerakan tajam hingga akhir tahun.
