Harga Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi dan Akhirnya Menembus USD 5.000
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
Jakarta – Harga emas dunia kembali mencatatkan sejarah baru pada awal pekan ini. Logam mulia global berhasil menembus level psikologis USD 5.000 per troy ounce dan menegaskan posisinya sebagai aset lindung nilai utama di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Reli harga emas berlangsung konsisten sejak akhir pekan lalu dan terus berlanjut hingga perdagangan Asia.
Pada sesi Amerika Utara Jumat, 23 Januari 2026, harga emas menguat lebih dari 1 persen dan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran USD 4.988 per troy ounce. Penguatan ini terjadi seiring melemahnya dolar Amerika Serikat yang dipicu rumor intervensi di pasar valuta asing, termasuk upaya menahan pelemahan yen Jepang. Kondisi tersebut mendorong investor global mengalihkan aset ke emas.
Memasuki perdagangan Asia pada Senin, 26 Januari 2026, harga emas dunia melanjutkan penguatan dan mencetak rekor baru di sekitar USD 5.045 per troy ounce. Kenaikan ini memperlihatkan bahwa permintaan emas tetap solid, didorong kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat serta meningkatnya risiko geopolitik lintas kawasan.
Ketegangan Global Menjaga Permintaan Emas Tetap Tinggi
Analis Dupoin Futures Andy Nugraha menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik masih menjadi pendorong utama reli harga emas. Konflik Rusia dan Ukraina yang belum mereda, isu potensi intervensi militer di Venezuela, hingga wacana ambisi geopolitik Amerika Serikat terkait Greenland terus menciptakan ketidakpastian global.
Menurut Andy, kondisi tersebut membuat investor mempertahankan emas sebagai aset safe haven untuk melindungi nilai kekayaan. Permintaan yang tinggi ini menjaga harga emas tetap berada dalam tren penguatan meski telah mencapai level tertinggi baru.
Analisis Teknikal Menguatkan Tren Bullish Harga Emas
Dari sisi teknikal, Andy Nugraha menilai struktur pergerakan XAU/USD masih berada dalam fase bullish yang kuat. Pola candlestick dan indikator moving average menunjukkan tekanan beli tetap mendominasi pasar. Harga emas bergerak stabil di atas rata-rata pergerakan utama, menandakan tren naik masih terjaga.
Andy memproyeksikan bahwa selama harga emas mampu bertahan di atas area support kunci, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka. Dalam jangka pendek, emas berpotensi menguji area USD 5.150 per troy ounce. Meski demikian, ia mengingatkan potensi koreksi teknikal akibat aksi ambil untung, dengan area koreksi terdekat di sekitar USD 5.030 per troy ounce.
Kebijakan The Fed Menopang Optimisme Pasar Emas
Dari sisi fundamental, perhatian investor tertuju pada kebijakan moneter The Federal Reserve. Pasar menantikan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait penunjukan Ketua The Fed berikutnya. Jika figur yang terpilih cenderung dovish, ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan berpotensi menguat dan menjadi sentimen positif bagi emas.
