Harga Emas Dunia Diramal Tembus USD 4.400, Simak Pendorongnya

Harga Emas Dunia Berpeluang Tembus USD 4.400 pada Akhir 2025

Harga emas dunia berpotensi melanjutkan penguatan hingga menembus level USD 4.400 pada akhir 2025. Proyeksi ini muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian politik Amerika Serikat dan spekulasi perubahan kepemimpinan di bank sentral AS. Situasi tersebut mendorong investor global kembali mengalihkan dana ke emas sebagai aset lindung nilai yang aman.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan pandangan tersebut pada Selasa, 9 Desember 2025. Ia menilai tekanan geopolitik dan arah kebijakan moneter AS menjadi faktor utama yang memperkuat daya tarik emas di pasar global.

Ketidakpastian Politik AS Mendorong Investor Memburu Emas

Ibrahim menilai dinamika politik Amerika Serikat terus memicu kekhawatiran pelaku pasar. Ketidakpastian tersebut membuat investor cenderung menghindari aset berisiko dan memilih emas sebagai instrumen perlindungan nilai. Kondisi ini memperkuat permintaan emas di pasar internasional meskipun pergerakan harga berlangsung sangat fluktuatif.

Ia menegaskan bahwa peluang harga emas dunia menyentuh USD 4.400 pada Desember 2025 cukup besar. Proyeksi tersebut didasarkan pada pola pergerakan harga harian yang masih menunjukkan tren penguatan di tengah sentimen global yang belum stabil.

Pergerakan Harga Terbaru Menunjukkan Volatilitas Tinggi

Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga emas dunia ditutup di level USD 4.196. Sebelumnya, harga sempat melonjak hingga USD 4.372 sebelum akhirnya terkoreksi. Pergerakan tajam ini menegaskan bahwa pasar emas masih sangat sensitif terhadap perkembangan isu global, khususnya yang bersumber dari Amerika Serikat.

Ibrahim menjelaskan bahwa volatilitas tersebut tidak hanya dipicu faktor teknikal. Menurutnya, pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh ketidakjelasan arah kebijakan moneter AS dalam beberapa waktu ke depan.

Spekulasi Pergantian Pimpinan The Fed Memperkuat Sentimen

Salah satu sentimen terkuat yang memengaruhi harga emas adalah spekulasi pergantian Ketua Federal Reserve setelah Jerome Powell. Ketidakpastian mengenai sosok pengganti Powell dinilai meningkatkan kecemasan pelaku pasar dan memperbesar minat terhadap emas.

Ibrahim menyebut nama Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih dan pendukung Presiden Donald Trump, sebagai kandidat kuat. Jika penunjukan tersebut terealisasi, pasar menilai kebijakan moneter AS berpotensi berubah signifikan. Ekspektasi tersebut membuat investor semakin agresif mengamankan aset pada emas, sekaligus membuka peluang harga emas dunia melanjutkan reli hingga akhir tahun.