Harga Emas Hari Ini 13 Desember 2025 Terbang ke Level Tertinggi, Harga Perak Terjun Bebas

Harga Emas Hari Ini 13 Desember 2025 Mencapai Level Tertinggi Saat Harga Perak Terkoreksi Tajam

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta – Pergerakan harga logam mulia pada Sabtu 13 Desember 2025 menunjukkan arah yang berbeda. Harga emas dunia melanjutkan penguatan hingga mencapai level tertinggi dalam tujuh minggu terakhir. Sebaliknya, harga perak justru mengalami koreksi tajam setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di awal perdagangan.

Mengutip laporan CNBC pada Sabtu 13 Desember 2025, harga perak di pasar spot turun sekitar 3 persen ke posisi USD 61,7 per ons. Penurunan ini terjadi setelah harga perak sempat menyentuh rekor USD 64,64 per ons akibat aksi ambil untung investor. Di sisi lain, harga emas justru naik 0,3 persen menjadi USD 4.293,43 per ons, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,4 persen ke level USD 4.328,3 per ons.

Penguatan dolar AS menekan pergerakan harga logam mulia

Stabilnya nilai tukar dolar Amerika Serikat setelah melemah dalam beberapa sesi sebelumnya ikut memengaruhi pergerakan harga logam mulia. Dolar yang cenderung menguat membuat harga emas dan perak yang diperdagangkan dalam dolar AS menjadi kurang terjangkau bagi pembeli dari luar Amerika Serikat. Kondisi ini mendorong sebagian pelaku pasar melakukan aksi ambil untung, khususnya pada perak.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menyatakan bahwa tekanan harga muncul seiring kenaikan nilai dolar AS dan realisasi keuntungan oleh investor. Ia menilai faktor tersebut menjadi pemicu utama koreksi harga perak dalam perdagangan terbaru.

Aksi ambil untung membatasi kenaikan harga perak jangka pendek

Sepanjang pekan ini, harga perak sebenarnya masih mencatat kenaikan hampir 5 persen. Bahkan secara tahunan, harga perak telah melonjak sekitar 112 persen. Kenaikan signifikan tersebut didorong oleh pengetatan pasokan global, permintaan industri yang tetap kuat, serta dimasukkannya perak dalam daftar mineral penting Amerika Serikat.

Meski demikian, sejumlah analis menilai kenaikan harga perak telah berada pada level yang terlalu tinggi. CMZ dalam catatannya menegaskan bahwa kondisi tersebut menuntut kehati-hatian investor dalam jangka pendek, meskipun prospek fundamental jangka panjang perak masih dinilai positif seiring potensi peningkatan permintaan industri.

Kebijakan suku bunga The Fed memengaruhi sentimen pasar emas

Dari sisi kebijakan moneter, Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve baru saja mengumumkan pemangkasan suku bunga seperempat poin untuk ketiga kalinya dan terakhir pada 2025. Namun, The Fed juga memberikan sinyal kehati-hatian untuk pemangkasan lanjutan hingga data ekonomi yang lebih lengkap tersedia. Sinyal ini turut membentuk sentimen pasar dan menopang pergerakan harga emas sebagai aset lindung nilai.