Sentimen Safe Haven Menguat dan Mengangkat Harga Emas pada Rabu 14 Januari 2026

Harga emas dunia bergerak menguat terbatas pada Rabu, 14 Januari 2026, di tengah volatilitas pasar global yang masih tinggi. Hingga pukul 06.32 WIB, harga emas diperdagangkan di level USD4.596,98 per troy ons atau naik 0,21% secara harian. Kenaikan tipis ini mencerminkan pemulihan moderat setelah koreksi singkat sebelumnya, seiring pelaku pasar kembali masuk secara selektif untuk memanfaatkan peluang lindung nilai.
Pada perdagangan Selasa, 13 Januari 2026, harga emas dunia sempat terkoreksi setelah mencatat reli tajam. Emas ditutup melemah 0,13% ke level USD4.587,39 per troy ons akibat aksi ambil untung. Meski demikian, koreksi tersebut tidak menghapus penguatan kumulatif sekitar 3,2% yang tercatat dalam tiga hari sebelumnya, ketika emas sempat mencetak rekor intraday baru dan menarik perhatian investor global.
Data Inflasi AS dan Ketegangan Global Memperkuat Daya Tarik Emas
Penguatan harga emas didorong oleh rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih jinak dari perkiraan. Indeks Harga Konsumen inti Desember naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan, lebih rendah dari ekspektasi pasar. Data ini memperkuat spekulasi bahwa The Federal Reserve memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter, kondisi yang historisnya mendukung penguatan emas melalui penurunan suku bunga riil.
Di sisi lain, faktor geopolitik turut mempertebal sentimen safe haven. Pemerintahan Presiden Donald Trump membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, langkah yang memicu kritik luas dari mantan bankir sentral dunia dan menimbulkan kekhawatiran terhadap independensi kebijakan moneter Amerika Serikat. Ketidakpastian tersebut mendorong investor kembali melirik emas sebagai aset pelindung nilai.
Ketegangan global juga meningkat setelah Trump mengancam tarif 25% terhadap negara-negara yang masih berdagang dengan Iran. Ancaman ini berpotensi memicu friksi baru dengan China sebagai mitra dagang utama Teheran. Pada saat yang sama, Rusia kembali melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah kota Ukraina, menjaga risiko geopolitik tetap tinggi dan menopang permintaan emas.
Harga Emas Antam dan Emas Digital Menguat di Pasar Domestik
Di Indonesia, harga emas Antam pada Rabu, 14 Januari 2026, pukul 08.30 WIB tercatat naik Rp13.000 menjadi Rp2.665.000 per gram. Kenaikan ini mencerminkan respons pasar domestik terhadap penguatan harga emas global yang masih didukung sentimen lindung nilai. Sementara itu, harga buyback emas Antam berada di level Rp2.513.000 per gram, menunjukkan kehati-hatian pasar di tengah volatilitas yang berlanjut.
Pergerakan positif juga terjadi pada emas digital. Harga beli emas di aplikasi Treasury tercatat naik ke level Rp2.628.464 per gram, meningkat sekitar Rp8.038 dari posisi sebelumnya. Kenaikan ini menegaskan bahwa ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dan ketidakpastian global masih menjaga minat investor terhadap emas.
