Aksi Ambil Untung Mendorong Harga Emas Melemah pada Kamis 8 Januari 2026

Harga emas dunia bergerak melemah pada Kamis, 8 Januari 2026, setelah pelaku pasar melakukan aksi ambil untung menyusul lonjakan harga pada awal pekan. Pada perdagangan hari itu, emas spot tercatat menguat tipis 0,20% ke level USD4.461,75 per troy ons. Penguatan terbatas ini terjadi setelah emas mengalami koreksi tajam pada sesi sebelumnya, sehingga investor kembali mencermati arah data ekonomi Amerika Serikat dan prospek kebijakan suku bunga The Fed.
Sehari sebelumnya, Rabu, 7 Januari 2026, harga emas dunia ditutup melemah 0,98% di posisi USD4.452,77 per troy ons. Penurunan hampir 1% tersebut berbanding terbalik dengan kinerja emas pada Selasa yang melonjak sekitar 1,1%. Pasar menilai koreksi ini sebagai respons wajar setelah harga emas bergerak naik terlalu cepat dalam waktu singkat.
Pelaku Pasar Menilai Koreksi Emas Sebagai Aksi Profit Taking Wajar
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, menyatakan koreksi harga emas mencerminkan aksi ambil untung yang lazim terjadi setelah reli signifikan. Menurutnya, pasar cenderung mengamankan keuntungan ketika harga emas menyentuh level tinggi, terutama di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter global.
Meski demikian, tekanan harga emas berhasil terbatas setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan pelemahan. Data tersebut kembali memunculkan spekulasi bahwa The Fed berpeluang melonggarkan kebijakan moneter melalui pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Data Ketenagakerjaan AS Memperkuat Ekspektasi Pelonggaran The Fed
Optimisme pelonggaran kebijakan moneter semakin menguat setelah data JOLTs menunjukkan penurunan tajam jumlah lowongan pekerjaan. Pada November 2025, lowongan kerja di Amerika Serikat turun 303.000 menjadi 7,146 juta, level terendah sejak September 2024 dan jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 7,60 juta.
Penurunan lowongan terjadi di sektor akomodasi dan layanan makanan, transportasi dan pergudangan, serta perdagangan grosir. Sementara itu, sektor konstruksi justru mencatat kenaikan, menandakan pemulihan pasar tenaga kerja masih belum merata.
Harga Emas Indonesia Menyesuaikan Koreksi Pasar Global
Di pasar domestik, harga emas di Indonesia turut menyesuaikan pergerakan global. Pada Kamis, 8 Januari 2026, harga emas Antam turun Rp14.000 ke level Rp2.570.000 per gram. Harga buyback Antam juga turun ke Rp2.426.000 per gram.
Koreksi serupa terjadi pada emas digital Treasury. Pada pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital Treasury tercatat Rp2.507.935 per gram, turun dari posisi penutupan sebelumnya. Harga buyback emas digital Treasury berada di level Rp2.421.763 per gram, mencerminkan respons cepat pasar domestik terhadap koreksi harga emas dunia.
