Aksi Profit Taking Menekan Harga Emas pada Selasa 20 Januari 2026

Harga emas dunia bergerak melemah tipis pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026, setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada sesi sebelumnya. Pada pagi hari, harga emas dunia tercatat turun 0,06% ke level USD4.666,67 per troy ons. Koreksi ringan ini muncul ketika sebagian investor mulai merealisasikan keuntungan setelah reli kuat emas dalam beberapa hari terakhir.
Meski melemah, pergerakan harga emas masih bertahan di zona tinggi. Pelemahan ini lebih mencerminkan penyesuaian teknis pasar dibandingkan perubahan fundamental yang signifikan. Investor tetap mencermati perkembangan global yang berpotensi kembali mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
Ancaman Tarif Amerika Serikat Mendorong Reli Emas Sehari Sebelumnya
Sehari sebelumnya, pada Senin, 19 Januari 2026, harga emas dunia ditutup melonjak 1,63% ke level USD4.669,69 per troy ons. Sepanjang perdagangan intraday, harga emas bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di USD4.689,39 per troy ons. Lonjakan ini menandai kembalinya sentimen bullish yang kuat di pasar emas global.
Kenaikan tajam tersebut dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa terkait sengketa Greenland. Trump menyampaikan rencana pengenaan tarif bea masuk sebesar 10% terhadap produk dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari 2026, dengan rencana kenaikan tarif hingga 25% pada Juni mendatang.
Ancaman tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap hubungan trans-Atlantik dan stabilitas perdagangan global. Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa kebijakan tarif itu berisiko tinggi dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekonomi global. Pernyataan ini memperkuat sentimen safe haven dan mendorong investor mengalihkan dana ke emas.
Harga Emas Indonesia Tetap Naik Meski Laju Mengendur
Di pasar domestik, harga emas Indonesia masih bergerak dalam tren naik meskipun lajunya mulai melambat. Pada Selasa, 20 Januari 2026, harga beli emas Antam tercatat naik tipis Rp2.000 ke level Rp2.705.000 per gram. Kenaikan ini menunjukkan minat investor domestik yang tetap solid di tengah volatilitas global.
Harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan terbatas sebesar Rp1.000 menjadi Rp2.546.000 per gram. Sementara itu, pergerakan berbeda terlihat pada emas digital. Harga emas di aplikasi Treasury terkoreksi tipis ke posisi Rp2.664.184 per gram pada pukul 09.00 WIB, setelah sehari sebelumnya ditutup menguat di level Rp2.666.175 per gram.
Koreksi tipis ini mencerminkan aksi profit taking jangka pendek, sementara prospek emas jangka menengah hingga panjang masih didukung oleh ketidakpastian global dan potensi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat.
