Harga Emas Menembus Rekor Baru pada Senin 26 Januari 2026

Harga emas dunia mencetak sejarah baru pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026, setelah berhasil menembus dan bertahan di atas level psikologis USD5.000 per troy ons. Pada sesi perdagangan hari ini, harga emas dunia menguat sekitar 0,80% dan berada di posisi USD5.026,93 per troy ons, menandai fase baru reli emas global yang semakin agresif sejak awal tahun.
Penguatan tersebut melanjutkan tren positif dari perdagangan sebelumnya pada Jumat, 23 Januari 2026, ketika harga emas naik 0,94% dan ditutup di level USD4.982,57 per troy ons. Pada sesi intraday, emas bahkan sempat menyentuh USD4.989,61 per troy ons, hanya terpaut tipis dari ambang psikologis USD5.000 sebelum akhirnya ditembus pada awal pekan ini.
Ketegangan Geopolitik Global Mendorong Reli Emas
Lonjakan harga emas terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global. Harga emas bergerak naik tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan armada laut menuju Iran. Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Dalam keterangannya kepada wartawan di atas Air Force One, Trump menyebut armada angkatan laut Amerika Serikat sedang bergerak ke wilayah Iran dan memperingatkan Teheran agar tidak mengambil langkah represif terhadap demonstran maupun mengaktifkan kembali program nuklirnya. Sejumlah laporan menyebutkan kapal induk Amerika Serikat beserta beberapa kapal perusak dijadwalkan tiba di kawasan tersebut dalam beberapa hari ke depan.
Selain faktor geopolitik, pembelian emas yang agresif oleh bank sentral serta tren diversifikasi global yang menjauh dari dolar Amerika Serikat turut memperkuat daya tarik emas. Lingkungan suku bunga rendah membuat emas semakin diminati sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Harga Emas Domestik Ikut Mencetak Rekor Tertinggi
Sejalan dengan lonjakan harga emas dunia, harga emas di Indonesia juga bergerak naik signifikan dan mencetak rekor baru. Pada Senin, 26 Januari 2026, harga emas Antam naik Rp30.000 menjadi Rp2.917.000 per gram dan mencatatkan harga tertinggi sepanjang sejarah. Dalam tiga hari terakhir, harga emas Antam tercatat telah melonjak total Rp127.000 per gram.
Harga buyback emas Antam turut naik Rp28.000 ke level Rp2.750.000 per gram, mencerminkan kuatnya permintaan beli di pasar domestik. Kenaikan serempak juga terjadi pada emas digital. Di aplikasi Treasury, harga beli emas melonjak sekitar Rp58.000 menjadi Rp2.863.723 per gram pada pukul 10.00 WIB.
Proyeksi Bullish Menjaga Optimisme Pasar Emas
Prospek harga emas ke depan masih dinilai sangat positif. Goldman Sachs merevisi naik proyeksi harga emas akhir 2026 menjadi USD5.400 per troy ons, didorong oleh diversifikasi aset ke emas oleh sektor swasta dan bank sentral. Secara teknikal, emas masih berada di zona bullish meski indikator menunjukkan kondisi jenuh beli yang membuka peluang koreksi jangka pendek.
