Harga Emas Pegadaian 20 Desember 2025 Turun Serempak pada Produk Galeri24 dan UBS
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
Harga emas yang dipasarkan PT Pegadaian (Persero) melemah secara bersamaan pada Sabtu, 20 Desember 2025. Penurunan ini terjadi pada dua produk utama, yakni emas Galeri24 dan emas UBS, meskipun koreksinya masih tergolong tipis. Kondisi tersebut mencerminkan pergerakan harga yang relatif stabil di tengah dinamika pasar logam mulia.
Berdasarkan data resmi dari laman Sahabat Pegadaian, penyesuaian harga ini langsung terlihat pada transaksi ritel hari ini. Informasi tersebut menjadi acuan utama bagi masyarakat yang memantau harga emas fisik sebagai instrumen investasi maupun lindung nilai.
Pegadaian Menurunkan Harga Emas Galeri24 pada Perdagangan Hari Ini
Pegadaian menurunkan harga emas Galeri24 menjadi Rp 2.511.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 2.515.000 per gram. Dengan demikian, emas Galeri24 mengalami koreksi sebesar Rp 4.000 per gram dalam satu hari perdagangan.
Emas Galeri24 produksi Pegadaian dipasarkan dalam berbagai pilihan berat, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau setara 1 kilogram. Variasi ukuran tersebut memberikan fleksibilitas bagi investor pemula maupun pembeli skala besar untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan dana.
Pegadaian Mengoreksi Harga Emas UBS Meski Penurunannya Lebih Tipis
Selain Galeri24, Pegadaian juga menyesuaikan harga emas UBS pada hari yang sama. Harga emas UBS turun Rp 2.000 per gram dari Rp 2.556.000 menjadi Rp 2.554.000 per gram.
Emas UBS dijual dengan rentang berat mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram. Produk ini kerap menjadi alternatif pilihan karena dikenal luas di pasar dan memiliki likuiditas yang baik di berbagai daerah.
Daftar Harga Lengkap Emas Pegadaian Menunjukkan Penurunan Terbatas
Daftar harga terbaru Pegadaian memperlihatkan bahwa penurunan terjadi secara merata di hampir seluruh pecahan, baik pada emas UBS maupun Galeri24. Meski demikian, skala koreksi masih tergolong kecil sehingga belum mengubah tren jangka menengah secara signifikan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar emas domestik masih bergerak hati-hati sambil menunggu sentimen global dan kebijakan moneter internasional. Oleh karena itu, investor cenderung tetap mencermati pergerakan harga harian sebelum mengambil keputusan beli atau jual.
Dengan harga yang sedikit lebih rendah, momentum ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berencana menambah kepemilikan emas fisik menjelang akhir tahun. Pegadaian sendiri tetap menjadi salah satu rujukan utama harga emas ritel di Indonesia.
