Harga Emas Pegadaian Naik Serentak pada 26 Maret 2026, UBS dan Galeri24 Kompak Menguat
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
Pegadaian Menaikkan Harga Emas UBS dan Galeri24 pada Perdagangan Pagi Ini
Jakarta – PT Pegadaian (Persero) menaikkan harga emas pada Kamis pagi, 26 Maret 2026. Kenaikan ini terjadi pada produk emas UBS dan Galeri24 berdasarkan pembaruan data pukul 08.00 WIB.
Harga emas UBS tercatat naik menjadi Rp 2.862.000 per gram, meningkat Rp 10.000 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, emas Galeri24 juga mengalami kenaikan Rp 11.000 menjadi Rp 2.849.000 per gram.
Kedua produk tersebut tersedia dalam berbagai ukuran. Galeri24 menawarkan emas mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, sedangkan UBS tersedia dari 0,5 gram hingga 500 gram. Pegadaian juga menegaskan bahwa harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar.
Pasar Global Mendorong Kenaikan Harga Emas di Tengah Penurunan Harga Minyak
Kenaikan harga emas domestik tidak terlepas dari penguatan harga emas dunia. Pada Rabu, harga emas global melonjak setelah penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi berkepanjangan.
Harga emas spot tercatat naik hampir 2 persen menjadi USD 4.558,81 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka untuk pengiriman April meningkat lebih dari 3 persen ke level USD 4.552,30 per ounce.
Sentimen positif ini juga dipicu oleh laporan mengenai upaya Amerika Serikat dalam mendorong penyelesaian konflik di Timur Tengah. Harapan meredanya ketegangan membuat investor kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai.
Pernyataan Donald Trump Memicu Spekulasi Negosiasi dengan Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa pemerintahannya tengah berkomunikasi dengan Iran. Ia bahkan menyebut pembicaraan tersebut berlangsung secara rasional dan membuka peluang tercapainya kesepakatan.
Trump juga mengungkapkan bahwa ia menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran karena adanya proses negosiasi. Pernyataan ini langsung memicu respons pasar dan memperkuat sentimen terhadap emas.
Namun demikian, pemerintah Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Perbedaan pernyataan ini menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik masih belum sepenuhnya mereda.
Goldman Sachs Mempertahankan Prospek Positif Harga Emas Hingga Akhir Tahun
Di tengah fluktuasi yang terjadi, Goldman Sachs tetap mempertahankan pandangan optimistis terhadap harga emas. Lembaga keuangan tersebut memproyeksikan harga emas dapat mencapai USD 5.400 per ounce pada akhir 2026.
Menurut analis Goldman Sachs, koreksi harga sebelumnya dipengaruhi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga serta tekanan likuiditas di pasar. Kondisi tersebut sempat mendorong investor melepas berbagai aset, termasuk emas.
Meski demikian, permintaan dari bank sentral yang terus meningkat dinilai akan menopang harga emas dalam jangka panjang. Oleh karena itu, tren bullish masih berpotensi berlanjut di tengah ketidakpastian global.
