Harga Emas Pegadaian Turun Serentak pada 27 Maret 2026, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
Pegadaian Menurunkan Harga Emas UBS dan Galeri24 Seiring Tekanan Pasar
Jakarta – Pegadaian menurunkan harga emas untuk produk UBS dan Galeri24 pada Jumat pagi, 27 Maret 2026. Pembaruan harga yang tercatat pada pukul 07.32 WIB menunjukkan kedua produk tersebut kompak mengalami pelemahan.
Harga emas UBS turun Rp 21.000 menjadi Rp 2.841.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.862.000 per gram. Sementara itu, harga emas Galeri24 terkoreksi lebih dalam, yakni turun Rp 24.000 menjadi Rp 2.827.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 2.849.000 per gram.
Di sisi lain, Pegadaian juga menampilkan harga emas Antam di level Rp 2.950.000 per gram. Meski demikian, harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.
Pegadaian Menyediakan Beragam Pilihan Ukuran Emas untuk Investor
Pegadaian menawarkan emas Galeri24 dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Sementara itu, emas UBS tersedia dari 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan emas Antam di Pegadaian ditampilkan untuk ukuran 0,5 gram hingga 100 gram.
Untuk emas Galeri24, harga 0,5 gram dipatok Rp 1.438.000 dan 1 gram sebesar Rp 2.827.000. Adapun emas UBS dijual Rp 1.536.000 untuk 0,5 gram dan Rp 2.841.000 untuk 1 gram.
Sementara itu, emas Antam di Pegadaian dibanderol Rp 1.527.000 untuk 0,5 gram dan Rp 2.950.000 untuk 1 gram. Perbedaan harga antar produk mencerminkan variasi merek serta kebijakan distribusi masing-masing produsen.
Pelemahan Harga Emas Dunia Menekan Pasar Domestik
Penurunan harga emas di Pegadaian tidak terlepas dari tekanan di pasar global. Pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026 atau Jumat waktu Jakarta, harga emas dunia mengalami koreksi tajam.
Harga emas spot turun 2,7 persen menjadi USD 4.384,38 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April merosot 3,9 persen menjadi USD 4.376,3 per ounce.
Penguatan dolar Amerika Serikat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor global. Selain itu, kenaikan harga minyak memperkuat kekhawatiran inflasi sehingga mendorong ekspektasi suku bunga tetap tinggi.
Konflik Timur Tengah dan Kebijakan AS Menggerakkan Sentimen Pasar
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memengaruhi pergerakan harga emas. Amerika Serikat mengusulkan penghentian konflik yang telah berlangsung hampir empat minggu, namun Iran menilai usulan tersebut tidak adil.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz sebagai sinyal positif dalam negosiasi. Meski demikian, pasar masih melihat konflik ini sebagai faktor risiko yang signifikan.
Di tengah kondisi tersebut, harga logam mulia lain juga ikut melemah. Harga perak turun 5 persen, platinum melemah 4,2 persen, dan paladium terkoreksi sekitar 5 persen.
