Harga Emas Pegadaian Bertahan Stabil pada 30 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
Pegadaian Menahan Harga Emas UBS, Galeri24, dan Antam Sejak 29 Maret
Jakarta – Harga emas yang dijual melalui Pegadaian tidak mengalami perubahan pada Senin pagi, 30 Maret 2026. Pegadaian menetapkan harga emas UBS, Galeri24, dan Antam pada level yang sama sejak Minggu, 29 Maret 2026.
Pegadaian mematok harga emas UBS di angka Rp 2.832.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri24 dibanderol Rp 2.818.000 per gram, dan emas Antam dijual Rp 2.937.000 per gram. Ketiga produk tersebut menunjukkan pergerakan stagnan berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian.
Di sisi lain, Pegadaian menyediakan berbagai pilihan ukuran emas untuk setiap produk. Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, UBS mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan Antam ditampilkan dari 0,5 gram hingga 100 gram.
Harga Emas Dunia Menguat Tajam pada Akhir Pekan Lalu
Sementara pasar domestik cenderung stabil, harga emas dunia justru mencatat lonjakan signifikan pada akhir pekan lalu. Pada Jumat, 27 Maret 2026, harga emas global melonjak lebih dari 3 persen.
Harga emas spot naik 3,6 persen menjadi USD 4.536,29 per ounce. Selain itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April juga meningkat 3,6 persen menjadi USD 4.533,70 per ounce.
Analis pasar Daniel Pavilonis menilai kenaikan tersebut terjadi karena investor memanfaatkan momentum saat harga mengalami koreksi sebelumnya. Ia melihat penurunan harga sempat menciptakan peluang beli yang menarik bagi pelaku pasar.
Selain itu, pasar juga merespons perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Investor mulai mencari sinyal meredanya konflik, terutama yang melibatkan Iran, sehingga mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.
Konflik Timur Tengah dan Inflasi Global Menggerakkan Sentimen Pasar
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memengaruhi pergerakan harga komoditas global. Harga minyak tetap bertahan di atas USD 110 per barel setelah Amerika Serikat memperpanjang tenggat negosiasi dengan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz.
Konflik yang telah berlangsung selama empat minggu tersebut mendorong kenaikan harga energi dan pupuk. Kondisi ini kemudian meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global yang lebih tinggi.
Akibatnya, pasar mulai mengubah ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelaku pasar kini memperhitungkan kemungkinan perubahan arah suku bunga, yang dapat memengaruhi daya tarik emas sebagai aset investasi.
Bank Global Menaikkan Proyeksi Harga Emas Hingga USD 5.000
Sejumlah lembaga keuangan global turut menyesuaikan proyeksi harga emas. Commerzbank menaikkan target harga emas hingga USD 5.000 per ounce dari sebelumnya USD 4.900.
Bank tersebut memperkirakan tekanan harga emas tidak akan berlangsung lama. Selain itu, mereka memproyeksikan konflik Iran dapat mereda pada musim semi, sehingga membuka peluang bagi Federal Reserve untuk kembali menurunkan suku bunga.
Commerzbank juga memperkirakan penurunan suku bunga sekitar 75 basis poin pada pertengahan tahun depan. Kebijakan ini berpotensi memperkuat daya tarik emas dalam jangka menengah.
Di sisi lain, logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan. Harga perak naik menjadi USD 71,01 per ounce, platinum mencapai USD 1.882,05, dan paladium menyentuh USD 1.403,54 per ounce.
