Harga Emas Pegadaian Naik untuk UBS dan Galeri24 pada 31 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
Pegadaian Menyesuaikan Harga UBS dan Galeri24 Sementara Antam Tetap Stabil
Jakarta – PT Pegadaian (Persero) memperbarui harga emas pada Selasa, 31 Maret 2026, dengan menunjukkan kenaikan pada produk UBS dan Galeri24. Sementara itu, harga emas Antam terpantau tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya.
Mengacu pada laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas UBS naik menjadi Rp 2.846.000 per gram. Kenaikan juga terjadi pada Galeri24 yang kini berada di level Rp 2.833.000 per gram. Di sisi lain, emas Antam tetap bertahan di harga Rp 2.937.000 per gram.
Pergerakan ini menunjukkan adanya penyesuaian harga yang berbeda pada masing-masing produk emas. Sebelumnya, pada perdagangan Senin, harga UBS tercatat Rp 2.832.000 per gram, Galeri24 Rp 2.818.000 per gram, dan Antam masih berada di posisi yang sama.
Pegadaian Menyediakan Beragam Ukuran Emas untuk Menjangkau Kebutuhan Investor
Selain perubahan harga, Pegadaian juga menawarkan variasi ukuran emas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Produk Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, sehingga memberikan fleksibilitas bagi investor dengan berbagai skala pembelian.
Selanjutnya, emas UBS dijual dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram. Sementara itu, emas Antam tersedia dalam rentang 0,5 gram hingga 100 gram di platform Pegadaian.
Dengan pilihan ukuran tersebut, masyarakat dapat menyesuaikan strategi investasi sesuai kemampuan dan tujuan keuangan masing-masing. Namun demikian, harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar.
Kenaikan Harga Emas Dunia Mendorong Pergerakan Pasar Domestik
Di tingkat global, harga emas juga menunjukkan penguatan dalam dua hari terakhir. Kondisi ini terjadi karena meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Harga emas spot tercatat naik 0,5 persen ke level USD 4.513,54 per ounce. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup menguat di posisi USD 4.524,30 per ounce.
Konflik antara Iran dan Israel yang terus memanas mendorong investor mencari instrumen yang lebih aman. Situasi ini turut memengaruhi pergerakan harga emas di dalam negeri, termasuk yang dijual melalui Pegadaian.
Tekanan Inflasi dan Suku Bunga Membatasi Penguatan Harga Emas
Meskipun mengalami kenaikan harian, harga emas secara bulanan justru mencatat penurunan signifikan sepanjang Maret 2026. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran inflasi global yang meningkat akibat lonjakan harga energi.
Kondisi tersebut mendorong ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Akibatnya, daya tarik emas sebagai aset investasi sedikit berkurang karena tidak memberikan imbal hasil bunga.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Data tersebut akan menjadi indikator arah kebijakan suku bunga yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas selanjutnya.
