Harga Emas dan Perak Menguat Signifikan pada 4 Februari 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382999/original/069219700_1760612391-3.jpg)
Investor pulihkan nilai emas setelah aksi jual besar
Jakarta – Harga emas melonjak pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, setelah aksi jual besar-besaran sebelumnya menekan pasar logam mulia. Emas spot tercatat naik 5,6% menjadi USD 4.930,97 per ons, sementara harga emas di Amerika Serikat meningkat sekitar 6,4% ke level USD 4.949 per ons. Pemulihan ini mengikuti penurunan tajam sebelumnya yang hampir menembus rekor terburuk satu hari bagi emas dan perak sejak beberapa dekade terakhir.
Aksi jual dipicu oleh penguatan dolar AS, perubahan ekspektasi seputar kepemimpinan Federal Reserve, dan posisi investor yang menyesuaikan portofolio menjelang akhir pekan. Investor menilai kembali apakah penurunan sebelumnya menandakan titik balik struktural atau reaksi sementara terhadap katalis jangka pendek. Para ahli strategi Deutsche Bank menekankan bahwa aksi jual bersifat sementara dan niat investor terhadap logam mulia tetap positif.
Harga perak ikut pulih dengan kenaikan lebih dramatis
Perak mencatat kenaikan lebih tajam dibanding emas, dengan harga spot naik lebih dari 6% menjadi USD 84,29 per ons dan kontrak berjangka meningkat hampir 10% ke USD 84,12. Volatilitas perak tercermin dari pasar yang lebih kecil, partisipasi ritel lebih tinggi, serta sensitivitas terhadap sentimen pasar jangka pendek. Meski begitu, para analis mempertahankan pandangan bullish karena permintaan industri tetap tinggi, terutama untuk sektor pusat data dan teknologi AI.
Permintaan global perak diproyeksikan terus meningkat hingga tahun 2030, didorong oleh sektor energi surya dan teknologi fotovoltaik. Sementara pasokan diperkirakan hanya mencukupi sekitar 62%-70% dari kebutuhan global. Hal ini menegaskan bahwa kenaikan harga perak didukung oleh permintaan riil, bukan semata spekulasi jangka pendek.
Prospek investasi logam mulia tetap positif
Deutsche Bank dan Barclays menegaskan prospek jangka panjang emas dan perak tetap kuat. Investor institusional maupun individu diperkirakan tetap mengalokasikan dana ke logam mulia untuk diversifikasi portofolio dan lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter global. Meskipun harga logam sempat berfluktuasi tajam, tren permintaan yang mendasari tetap stabil dan memberikan peluang investasi menarik bagi jangka panjang.
