Harga Emas dan Perak Naik Tajam Tersengat Aksi Beli
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
Investor dorong harga emas dan perak pulih dari koreksi tajam
Jakarta – Harga emas dan perak kembali melonjak pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, setelah mengalami koreksi besar pekan sebelumnya. Harga emas spot naik 2,4% menjadi USD 5.054,6 per ounce, sedangkan emas berjangka bertambah sekitar 3,4% menjadi USD 5.100. Sementara itu, perak spot melonjak 5,8% menjadi USD 90 per ounce dan perak berjangka naik 8% menjadi USD 90,16 per ounce. Kenaikan ini mencerminkan aksi beli investor setelah penurunan hampir 10% pada emas dan koreksi tajam 30% pada perak, yang menjadi kinerja satu hari terburuk logam mulia sejak 1980.
Pelemahan dolar AS dorong minat beli logam mulia
Commodities Strategist ING, Ewa Manthey, menilai pemulihan harga emas terjadi karena pasar lebih stabil dan dolar AS melemah dari level tertingginya di 99,39 pada 19 Januari menjadi 97,382. Perusahaan pertambangan seperti Rio Tinto dan Anglo American juga mencatat kenaikan harga saham masing-masing 1% dan 0,7%, meski Antofagasta turun sekitar 0,2%. Indeks Total Pengembalian Logam Mulia dan Pertambangan FTSE 350 naik 2% menjadi sekitar 34.963. CEO UBS, Sergio Ermotti, menyebut klien bank lebih berhati-hati dan sebagian mengalihkan dana ke logam mulia sebagai perlindungan nilai.
Suku bunga dan sentimen risiko tentukan pergerakan harga emas
Para analis memprediksi kenaikan logam mulia akan lebih terkendali dalam beberapa minggu ke depan. Manthey menekankan bahwa laju kenaikan emas dan perak akan dipengaruhi oleh pergerakan dolar, ekspektasi suku bunga, dan sentimen risiko investor. Goldman Sachs memproyeksikan harga emas mencapai USD 5.400 pada akhir 2026 karena akumulasi bank sentral dan peningkatan pembelian ETF emas. Sementara BofA Securities optimistis harga emas bisa menembus USD 6.000, meski mempertimbangkan ketidakpastian politik menjelang pemilihan paruh waktu dan arah suku bunga AS di bawah calon Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh.
Investor awasi volatilitas untuk strategi investasi
Kenaikan harga emas dan perak mencerminkan pergeseran alokasi aset investor dari sektor berisiko menuju logam mulia sebagai safe haven. Meskipun fundamental pasar fisik mendukung, volatilitas yang meningkat memerlukan strategi investasi yang matang. Investor disarankan memantau kebijakan moneter, pergerakan dolar, dan dinamika geopolitik untuk menyesuaikan keputusan pembelian dan penjualan logam mulia.
