Harga Emas Perhiasan Bergerak Dinamis pada 14 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
Raja Emas Indonesia Menetapkan Harga Beli Emas Perhiasan Berdasarkan Kadar Karat
Pergerakan harga emas perhiasan kembali menarik perhatian pasar pada Sabtu, 14 Maret 2026. Fluktuasi harga terjadi seiring pengaruh berbagai faktor, mulai dari kondisi pasar global hingga kebijakan masing-masing pelaku usaha. Di tengah situasi tersebut, Raja Emas Indonesia merilis daftar harga beli terbaru yang menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin menjual perhiasan.
Raja Emas Indonesia menetapkan harga beli emas K24* sebesar Rp 2.645.000 per gram. Sementara itu, emas K24 berada di level Rp 2.450.000 per gram. Harga kemudian menyesuaikan pada kadar yang lebih rendah, seperti K23 sebesar Rp 2.220.000, K22 Rp 2.123.000, dan K21 Rp 2.028.000 per gram.
Selanjutnya, harga terus menurun mengikuti kadar emas, di mana K20 dipatok Rp 1.931.000 hingga K5 sebesar Rp 484.000 per gram. Penyesuaian ini mencerminkan perbedaan kandungan emas murni dalam setiap perhiasan yang beredar di pasar.
Laku Emas Menawarkan Harga Jual Perhiasan dengan Variasi Kadar
Selain harga beli, pasar juga mencermati harga jual perhiasan dari berbagai penyedia. Laku Emas memperbarui harga jual emas perhiasan pada hari yang sama pukul 09.26 WIB. Data ini menjadi referensi penting bagi konsumen yang berencana membeli emas dalam berbagai kadar.
Laku Emas menjual emas 24 karat dengan kadar 99 persen seharga Rp 2.588.000 per gram. Harga untuk kadar 23 karat berada di Rp 2.225.000, sedangkan 22 karat dipatok Rp 2.128.000 per gram. Kemudian, emas 21 karat dijual Rp 2.035.000 dan 20 karat sebesar Rp 1.936.000 per gram.
Harga terus bervariasi hingga kadar lebih rendah, seperti 19 karat Rp 1.838.000 dan 9 karat Rp 862.000 per gram. Variasi ini memberikan pilihan luas bagi konsumen sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Faktor Pasar Global dan Biaya Produksi Mempengaruhi Harga Perhiasan
Perubahan harga emas perhiasan tidak hanya dipengaruhi oleh kadar emas, tetapi juga oleh kondisi pasar global dan domestik. Pergerakan nilai tukar, khususnya dolar AS, serta kebijakan ekonomi global turut membentuk arah harga di dalam negeri.
Selain itu, biaya produksi seperti desain dan proses pembuatan juga menambah nilai jual perhiasan. Setiap produk memiliki karakteristik unik yang membutuhkan keterampilan pengrajin serta teknologi tertentu, sehingga harga akhir menjadi lebih tinggi dibandingkan emas batangan.
Dengan memahami faktor-faktor tersebut, konsumen dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam membeli maupun menjual emas perhiasan. Informasi harga dari berbagai sumber terpercaya juga membantu dalam membaca arah pasar secara lebih akurat.
