Harga Emas Perhiasan Turun Tajam di Awal Pekan 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
Investor menjual emas setelah penguatan dolar dan aksi ambil untung
Jakarta – Harga emas perhiasan di pasar domestik kembali mengalami penurunan pada Senin, 2 Februari 2026, seiring harga emas dunia melanjutkan koreksi. Pergerakan ini terjadi di tengah aksi jual yang mempengaruhi logam mulia setelah dolar Amerika Serikat menguat dan investor melakukan ambil untung dari reli harga sebelumnya.
Analis menilai, penurunan harga emas spot mencapai sekitar 6% menjadi USD 4.538 per ounce setelah sebelumnya sempat anjlok hampir 10% pada perdagangan Jumat pekan lalu. Koreksi ini mengikuti penguatan dolar AS dan penyesuaian pasar terhadap kepemimpinan Federal Reserve. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menominasikan mantan Gubernur Fed, Kevin Warsh, untuk menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada Mei, memicu pergerakan harga emas dan perak yang sebelumnya mencapai rekor tertinggi.
Penurunan harga emas dipicu aksi ambil untung dan penguatan dolar
José Torres, ekonom senior di Interactive Brokers, menjelaskan bahwa tren ‘Beli Produk Amerika’ mendorong pelemahan harga emas dan perak dari level tertinggi tepat di bawah USD 5.600 dan USD 122 per ounce. Christopher Forbes, Kepala Asia dan Timur Tengah di CMC Markets, menambahkan bahwa koreksi harga ini bersifat wajar sebagai “kantong udara” setelah kenaikan luar biasa, bukan tanda lemahnya prospek jangka panjang emas. Aktivitas ambil untung, penguatan dolar, dan berita geopolitik dari Washington turut menurunkan euforia perdagangan emas.
Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang menguat sekitar 0,8% sejak Kamis. Penguatan ini membuat emas yang dihargai dalam dolar AS kurang menarik bagi pembeli asing, sementara kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang memegang logam mulia yang tidak berbunga.
Harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas mengalami koreksi
Di pasar domestik, harga emas perhiasan di Raja Emas pada 29 Januari 2026 berada di Rp 2.190.000 per gram untuk K24 dan Rp 1.508.000 per gram untuk K18. Sementara Laku Emas mencatat harga jual K24 sebesar Rp 2.222.000 per gram dan K18 Rp 1.506.000 per gram pada 2 Februari 2026. Koreksi ini menegaskan bahwa pasar emas perhiasan mengikuti dinamika harga emas dunia, dipengaruhi faktor global dan domestik.
Analis memperkirakan harga emas akan tetap tinggi dalam jangka pendek tetapi bergejolak, karena pasar menunggu kepastian arah kebijakan moneter Kevin Warsh dan perkembangan geopolitik global. Investor disarankan mencermati faktor eksternal dan tren teknikal sebelum mengambil keputusan pembelian atau penjualan emas perhiasan.
