Harga Emas Perhiasan Menguat dan Sentuh Rp 2,2 Juta pada 27 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
Pasar Global Mendorong Kenaikan Harga Emas Dunia
Jakarta – Harga emas dunia kembali menguat pada Jumat, 27 Maret 2026, setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam. Kenaikan ini terjadi seiring keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menunda tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan terkait konflik yang tengah berlangsung.
Mengutip data perdagangan, harga emas dunia naik sekitar 1,88 persen dan menembus level USD 4.462,17 per ounce. Kebijakan tersebut memberi sentimen positif bagi pasar yang sebelumnya diliputi ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Di sisi lain, Trump juga menyatakan tidak akan menargetkan fasilitas energi Iran hingga 6 April. Pernyataan ini memberi ruang bagi pasar untuk bernapas, meskipun Iran tetap menolak proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat dan mengajukan syaratnya sendiri.
Penjual Perhiasan Menyesuaikan Harga di Pasar Domestik
Seiring dengan penguatan harga emas global, pasar emas perhiasan di dalam negeri turut menyesuaikan harga jual. Toko emas Raja Emas mencatat harga tertinggi untuk kadar 24 karat mencapai Rp 2.240.000 per gram.
Sementara itu, harga emas 24 karat reguler berada di level Rp 2.030.000 per gram. Untuk kadar lain, harga bervariasi mulai dari Rp 1.875.000 per gram untuk 23 karat hingga Rp 409.000 per gram untuk kadar 5 karat.
Penyesuaian harga ini menunjukkan bahwa pelaku pasar domestik merespons cepat perubahan harga global, terutama pada produk perhiasan dengan kadar tinggi yang paling sensitif terhadap fluktuasi harga emas dunia.
Laku Emas Menawarkan Harga Kompetitif untuk Berbagai Kadar
Selain Raja Emas, Laku Emas juga merilis daftar harga perhiasan yang menunjukkan tren serupa. Untuk kadar 24 karat dengan kemurnian 99 persen, harga tercatat sebesar Rp 2.190.000 per gram.
Adapun emas 23 karat dijual Rp 1.878.000 per gram, sedangkan 22 karat berada di level Rp 1.796.000 per gram. Harga kemudian menurun secara bertahap hingga kadar 9 karat yang dipatok sekitar Rp 726.000 per gram.
Perbedaan harga antar penjual mencerminkan variasi kebijakan masing-masing toko, termasuk faktor biaya produksi, margin, serta kualitas produk yang ditawarkan kepada konsumen.
Ketegangan Geopolitik dan Inflasi Terus Menggerakkan Harga Emas
Kondisi geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas. Konflik yang berlangsung hampir sebulan memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global.
Pada perdagangan sebelumnya, harga emas sempat turun hampir 3 persen akibat keraguan pasar terhadap peluang tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat. Tekanan tersebut juga diperparah oleh ekspektasi bahwa bank sentral global berpotensi menaikkan suku bunga.
Namun, sentimen positif dari kebijakan terbaru Amerika Serikat kembali mengangkat harga emas. Hal ini menunjukkan bahwa pasar logam mulia masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi global.
