Harga Emas Perhiasan Bergerak Variatif pada 31 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
Raja Emas Indonesia Merilis Harga Beli Berdasarkan Kadar Karat
Jakarta – Pasar emas perhiasan menunjukkan pergerakan harga yang bervariasi pada Selasa, 31 Maret 2026. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk lebih cermat dalam memantau harga sebelum melakukan transaksi, baik untuk menjual maupun membeli emas.
Raja Emas Indonesia merilis daftar harga beli emas perhiasan per gram dengan acuan kadar karat. Harga tertinggi tercatat pada emas berkadar K24* yang mencapai Rp 2.290.000 per gram, sementara emas K24 berada di level Rp 2.050.000 per gram. Perbedaan harga terus terlihat seiring turunnya kadar karat, mencerminkan kandungan emas murni yang semakin rendah.
Selanjutnya, harga emas K23 tercatat Rp 1.934.000 per gram, disusul K22 sebesar Rp 1.849.000 dan K21 di angka Rp 1.767.000. Penurunan berlanjut hingga kadar terendah seperti K5 yang berada di kisaran Rp 425.000 per gram. Data ini menjadi acuan penting bagi masyarakat yang ingin menjual emas perhiasan mereka di tengah dinamika pasar.
Laku Emas Menawarkan Harga Jual yang Mengikuti Pergerakan Pasar
Di sisi lain, Laku Emas menetapkan harga jual emas perhiasan berdasarkan kadar karat yang juga mengalami penyesuaian mengikuti kondisi pasar. Untuk emas 24K atau setara 99 persen, harga jual tercatat Rp 2.258.000 per gram.
Harga kemudian menurun pada kadar yang lebih rendah, seperti 23K di level Rp 1.938.000 per gram dan 22K sebesar Rp 1.853.000 per gram. Sementara itu, emas 21K dijual Rp 1.772.000 per gram dan 20K berada di angka Rp 1.686.000 per gram.
Pergerakan harga ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, konsumen perlu memperbarui informasi secara berkala agar tidak salah dalam mengambil keputusan pembelian.
Faktor Ekonomi dan Biaya Produksi Mendorong Perubahan Harga Emas
Perubahan harga emas perhiasan tidak hanya dipengaruhi oleh kadar karat, tetapi juga oleh berbagai faktor ekonomi global dan domestik. Fluktuasi nilai tukar mata uang, kebijakan bank sentral, serta kondisi geopolitik menjadi pendorong utama pergerakan harga emas di pasar dunia.
Selain itu, biaya produksi, desain, serta proses pembuatan perhiasan turut menambah nilai jual akhir. Hal ini menyebabkan perbedaan harga antar toko, meskipun kadar emas yang ditawarkan sama.
Dengan memahami faktor-faktor tersebut, masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih rasional saat berinvestasi atau membeli emas perhiasan. Pemantauan harga dari sumber terpercaya menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko dan mendapatkan nilai terbaik.
