IHSG Sepekan Melesat Tersengat Penguatan Rupiah hingga Harga Emas

IHSG Melesat Sepanjang Pekan

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan 24-28 November 2025. Kenaikan ini muncul karena sentimen positif dari faktor eksternal dan internal yang mendorong aktivitas pasar saham.

Pengaruh Eksternal dan Internal terhadap IHSG

Dari sisi eksternal, harga komoditas dunia seperti emas dan crude palm oil (CPO) mengalami penguatan. Kondisi ini meningkatkan kepercayaan investor terhadap saham-saham komoditas di Indonesia.

Sementara itu, faktor internal yang menguatkan IHSG datang dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Rupiah yang lebih stabil meningkatkan daya tarik pasar saham bagi investor domestik maupun asing.

IHSG Menguat 1,12 Persen

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 1,12 persen ke posisi 8.508,70 pada akhir pekan ini. Sebelumnya, pekan lalu IHSG hanya naik 0,52 persen ke level 8.414,35. Kapitalisasi pasar bertambah 1,53 persen menjadi Rp 15.626 triliun dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di Rp 15.391 triliun.

Faktor Pendorong Kenaikan IHSG

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebutkan empat faktor utama yang mendorong kenaikan IHSG:

  1. Rebalancing MSCI yang menyebabkan aliran dana asing masuk ke saham konstituen, meningkatkan permintaan.
  2. Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang memberi rasa aman bagi investor.
  3. Meningkatnya harapan pemangkasan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed), dengan probabilitas mencapai 84 persen.
  4. Kenaikan harga komoditas dunia, termasuk emas dan CPO, yang mendongkrak saham sektor terkait.

Volume dan Frekuensi Transaksi Menguat

Rata-rata nilai transaksi harian BEI naik 41,87 persen menjadi Rp 30,31 triliun, dari sebelumnya Rp 21,37 triliun. Volume transaksi meningkat 28,57 persen menjadi 50,50 miliar saham, dan frekuensi transaksi bertambah 12,38 persen menjadi 2,61 juta kali transaksi.

Aktivitas Investor Asing

Investor asing tetap melakukan aksi beli saham, meski nilainya lebih rendah dibanding pekan sebelumnya. Pada pekan ini, investor asing membeli saham senilai Rp 992,41 miliar, sementara pekan lalu mereka membeli senilai Rp 3,90 triliun.

Kenaikan IHSG sepekan ini menunjukkan tren positif yang didukung kombinasi faktor eksternal dan internal, termasuk penguatan rupiah, harga emas, dan masuknya aliran dana asing. Investor disarankan tetap memantau pergerakan komoditas dan kebijakan The Fed untuk strategi investasi yang optimal.