Prediksi Harga Emas Menanjak Tajam hingga Rp 3 Juta per Gram pada 2026

Harga emas diproyeksikan terus menguat dan berpeluang menembus Rp 3 juta per gram pada 2026. Prospek tersebut menjadikan logam mulia kembali dilirik sebagai instrumen investasi aman, terutama menjelang akhir 2025. Sejumlah analis menilai kondisi pasar saat ini membuka peluang strategis bagi investor untuk mulai mengoleksi emas sebelum tren kenaikan kembali berlanjut pada awal tahun depan.
Pergerakan harga emas sepanjang 2025 menunjukkan kenaikan signifikan. Namun, pasar diperkirakan memasuki fase jeda pada Desember sebelum kembali menguat seiring meningkatnya tekanan global dan kebijakan moneter yang lebih longgar.
Analis Menilai Akhir 2025 Menjadi Waktu Tepat untuk Membeli Emas
Analis mata uang dan komoditas Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai harga emas cenderung stagnan pada akhir 2025. Menurutnya, lonjakan harga emas dan perak sepanjang tahun ini sudah cukup tinggi sehingga pasar membutuhkan waktu untuk konsolidasi sebelum melanjutkan kenaikan.
Lukman menyampaikan pandangan tersebut pada Jumat, 19 Desember 2025. Ia memperkirakan kenaikan harga emas dalam beberapa pekan ke depan tidak akan terlalu besar. Namun, ia menilai tren penguatan emas berpotensi kembali terjadi mulai awal 2026, seiring membaiknya sentimen pasar terhadap aset lindung nilai.
Harga Emas Global Diperkirakan Mencapai US$ 5.000 per Troy Ounce
Lukman memproyeksikan harga emas global pada 2026 berpotensi mencapai US$ 5.000 per troy ounce. Ia menyebut proyeksi tersebut tergolong moderat jika dibandingkan dengan lonjakan harga emas pada dua tahun terakhir. Pada 2024, harga emas naik sekitar 20 persen, sementara pada 2025 kenaikannya mencapai kisaran 60 persen.
Menurutnya, jika harga emas mencapai US$ 5.000 per troy ounce pada 2026, kenaikannya justru lebih rendah secara persentase dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Faktor permintaan global yang tetap kuat, kondisi geopolitik, serta peluang penurunan suku bunga Amerika Serikat menjadi pendorong utama kenaikan tersebut.
Pengamat Memperkirakan Kenaikan Emas Terjadi Sejak Kuartal I 2026
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi juga memprediksi harga emas akan terus meningkat pada 2026. Ia memperkirakan harga emas global dapat menyentuh US$ 5.000 per troy ounce atau setara sekitar Rp 3 juta per gram, bahkan sejak kuartal pertama 2026.
Ibrahim menilai ketidakstabilan ekonomi global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, Eropa, Amerika Latin, hingga Asia Timur masih akan berlanjut. Selain itu, dinamika politik dan kebijakan moneter Amerika Serikat, termasuk potensi penurunan suku bunga The Fed, dinilai akan semakin memperkuat harga emas.
Ia juga menilai akhir tahun biasanya menjadi fase wait and see bagi investor besar. Kondisi tersebut membuat harga emas relatif datar, sehingga periode ini dianggap sebagai momentum optimal untuk mulai membeli emas sebelum tren kenaikan kembali menguat pada awal 2026.
