Perang Dagang yang Memanas Mendorong Harga Emas Dunia Terus Melonjak

Ketegangan Global Mengangkat Proyeksi Harga Emas hingga Rp 2,82 Juta per Gram
Jakarta – Harga emas dunia diperkirakan terus menguat pada pekan ini seiring meningkatnya tensi geopolitik global. Isu perang dagang yang kembali memanas serta konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah mendorong investor meningkatkan minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Kondisi tersebut membuat harga logam mulia berpeluang menembus level Rp 2,82 juta per gram dalam waktu dekat.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan bahwa tekanan geopolitik yang semakin tinggi menjadi pemicu utama kenaikan harga emas. Ia menilai eskalasi konflik global membuat pasar cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dinilai lebih aman.
Harga Emas Dunia Bertahan Tinggi di Tengah Fluktuasi Pasar
Ibrahim menjelaskan bahwa harga emas dunia ditutup di level US$ 4.595 per troy ons pada perdagangan sebelumnya. Pada saat yang sama, harga logam mulia di pasar domestik berada di kisaran Rp 2,68 juta per gram. Meski demikian, ia menilai pergerakan harga masih akan berlangsung fluktuatif karena pasar dihadapkan pada dua kemungkinan arah pergerakan dalam jangka pendek.
Ketidakpastian tersebut muncul karena pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi global dan dinamika politik internasional yang bergerak cepat. Namun, selama sentimen geopolitik tetap mendominasi, harga emas dinilai masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan.
Level Resistance Menentukan Arah Pergerakan Harga Emas
Ibrahim memaparkan bahwa jika harga emas dunia kembali menguat, level resistance pertama berada di kisaran US$ 4.655 per troy ons. Pada kondisi tersebut, harga logam mulia domestik diperkirakan naik ke sekitar Rp 2,7 juta per gram. Apabila penguatan berlanjut hingga menembus resistance kedua di level US$ 4.706 per troy ons, harga emas berpotensi mencapai Rp 2.820.000 per gram.
Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan harga emas dunia mengalami koreksi, level support pertama berada di kisaran US$ 4.553 per troy ons dengan harga logam mulia sekitar Rp 2.638.000 per gram. Jika penurunan berlanjut hingga support berikutnya di level US$ 4.489 per troy ons, harga emas domestik berisiko turun ke kisaran Rp 2.560.000 per gram.
Ketidakpastian Global Menjaga Daya Tarik Emas
Ibrahim menegaskan bahwa selama perang dagang dan konflik geopolitik belum mereda, emas akan tetap menjadi instrumen investasi yang diminati. Kondisi global yang penuh ketidakpastian membuat emas berpeluang mempertahankan kilau dan tetap menjadi pilihan utama investor untuk menjaga nilai aset.
