Tambang Emas Pani Mulai Produksi dan Perkuat Fondasi Pertumbuhan EMAS
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529814/original/055727800_1773382667-WhatsApp_Image_2026-03-13_at_9.23.52_AM.jpeg)
PT Merdeka Gold Resources Menyelesaikan Proyek dan Memulai Produksi Perdana
PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) resmi merampungkan pembangunan Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, dan langsung memulai produksi emas perdana pada Februari 2026. Perseroan juga menandatangani perjanjian penjualan emas dengan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk sebagai langkah awal memasuki fase operasional komersial.
Direktur Utama EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyatakan bahwa dimulainya produksi ini menandai perubahan penting dari tahap konstruksi menuju fase produksi yang lebih stabil. Ia menegaskan bahwa perusahaan kini berfokus memastikan proses peningkatan kapasitas berjalan optimal agar tambang mencapai target produksi secara bertahap.
Perseroan Mengandalkan Proyek Pani sebagai Motor Pertumbuhan Jangka Panjang
Sejak memulai pembangunan pada 2022, perseroan terus mengembangkan proyek Pani hingga akhirnya berhasil menghasilkan emas pertama pada awal 2026. Boyke menilai proyek ini memiliki basis sumber daya yang besar serta potensi umur tambang yang panjang sehingga dapat menopang pertumbuhan bisnis ke depan.
Selain itu, dukungan pembiayaan dari induk usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membantu percepatan pembangunan sebelum perusahaan melaksanakan penawaran umum perdana saham. Setelah IPO, EMAS juga menyesuaikan struktur permodalan untuk menjaga kesehatan neraca keuangan.
Tambang Pani Menyimpan Cadangan Besar dan Siap Tingkatkan Kapasitas Produksi
Tambang Emas Pani memiliki estimasi sumber daya lebih dari 7 juta ounce emas. Perseroan mengoperasikan tambang ini dengan metode tambang terbuka dan teknologi heap leach, serta merencanakan peningkatan kapasitas melalui fasilitas Carbon-in-Leach yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Seiring pengembangan tersebut, perusahaan membuka peluang peningkatan produksi secara bertahap guna memenuhi permintaan pasar dan memaksimalkan potensi tambang.
Perseroan Menargetkan Produksi Hingga 115 Ribu Ons dan Mengejar Profitabilitas
Pada 2026, EMAS menargetkan produksi emas sebesar 100 ribu hingga 115 ribu ons. Perseroan juga telah merealisasikan pengiriman emas perdana kepada PT Aneka Tambang Tbk pada 27 Februari 2026, yang akan tercatat sebagai penjualan pertama di kuartal I tahun ini.
Sementara itu, laporan keuangan 2025 masih mencerminkan fase pembangunan sehingga perusahaan membukukan laba bersih negatif. Namun, manajemen optimistis kondisi harga emas yang stabil serta biaya produksi yang kompetitif akan mendorong kinerja keuangan berbalik positif pada 2026.
