Harga Emas Dunia Terkoreksi Setelah Mencetak Rekor Sejarah pada Kamis 15 Januari 2026

Harga emas dunia membuka perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, dengan pelemahan setelah mencetak rekor bersejarah pada sesi sebelumnya. Pada awal perdagangan, harga emas tercatat turun 0,30% ke level USD4.606,59 per troy ons. Koreksi ini muncul setelah lonjakan signifikan yang mendorong emas menembus level psikologis baru di atas USD4.600 per troy ons.
Pada Rabu, 14 Januari 2026, harga emas dunia justru menutup perdagangan dengan penguatan 0,72% di posisi USD4.620,48 per troy ons. Sepanjang sesi intraday, emas bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level USD4.642,72 per troy ons. Penutupan tersebut menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya emas berhasil bertahan di atas level USD4.600 per troy ons, menandai fase baru pergerakan harga logam mulia.
Permintaan Kuat dan Ketegangan Global Menopang Tren Bullish Emas
COO Allegiance Gold, Alex Ebkarian, menilai arus permintaan yang datang dari berbagai segmen pembeli menunjukkan bahwa pasar emas dan perak telah memasuki fase bullish struktural. Menurutnya, investor semakin menjadikan logam mulia sebagai tujuan utama alokasi aset di tengah meningkatnya risiko global.
Sentimen geopolitik turut memperkuat daya tarik emas. Ketegangan kembali meningkat setelah Iran memperingatkan negara-negara tetangga yang menjadi tuan rumah pasukan Amerika Serikat terkait potensi serangan jika Washington campur tangan dalam protes di Iran. Situasi global juga memanas setelah rencana pertemuan pejabat Denmark dan Greenland dengan Wakil Presiden AS JD Vance, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang kembali menegaskan keinginan Amerika Serikat mengendalikan Greenland.
Data Ekonomi AS dan Harga Emas Domestik Ikut Bergerak Dinamis
Dari sisi ekonomi, data penjualan ritel Amerika Serikat memberikan sinyal ekonomi yang lebih kuat. Penjualan ritel November naik 0,6%, berbalik dari penurunan 0,1% pada Oktober yang direvisi. Data Biro Sensus Departemen Perdagangan AS tersebut melampaui ekspektasi pasar dan memicu penyesuaian harga emas pada pembukaan perdagangan.
Di Indonesia, harga emas Antam pada Kamis, 15 Januari 2026, kembali mencatat kenaikan. Harga beli emas Antam naik Rp10.000 menjadi Rp2.675.000 per gram, sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah setelah menguat enam hari beruntun. Harga buyback juga naik ke level Rp2.521.000 per gram.
Sementara itu, harga emas digital di aplikasi Treasury bergerak lebih responsif. Pada hari yang sama, harga beli emas digital tercatat di Rp2.607.386 per gram, terkoreksi dari penutupan sebelumnya seiring penyesuaian real-time mengikuti pergerakan pasar global.
