Analis Proyeksikan Harga Emas Dunia Berpeluang Tembus USD 5.158 per Troy Ons Pekan Depan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki ruang penguatan dalam sepekan ke depan meskipun pasar tetap membuka peluang koreksi jangka pendek. Pergerakan logam mulia tersebut saat ini masih dipengaruhi berbagai sentimen global yang membuat investor terus memantau arah pasar dengan cermat.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan bahwa pada penutupan perdagangan Sabtu pagi harga emas dunia berada di kisaran USD5.021 per troy ons. Pada saat yang sama, harga logam mulia di pasar domestik tercatat berada di sekitar Rp2.997.000 per gram.
Kondisi tersebut menunjukkan harga emas masih bergerak dalam rentang yang relatif stabil, namun tetap sensitif terhadap perubahan sentimen global.
Analis Menentukan Level Support Jika Harga Emas Mengalami Koreksi
Ibrahim memperkirakan harga emas masih berpotensi mengalami koreksi apabila tekanan pasar meningkat dalam waktu dekat. Jika skenario tersebut terjadi, ia menilai level support pertama berada di kisaran USD4.973 per troy ons.
Pada level tersebut, harga logam mulia domestik diproyeksikan berada di sekitar Rp2.972.000 per gram. Level ini dinilai menjadi batas awal yang dapat menahan penurunan harga dalam jangka pendek.
Namun apabila tekanan jual berlanjut, Ibrahim memperkirakan support berikutnya berada di sekitar USD4.922 per troy ons. Dalam kondisi itu, harga logam mulia di pasar domestik berpotensi turun hingga kisaran Rp2.920.000 per gram.
Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa pasar emas masih membuka kemungkinan pergerakan dua arah dalam jangka pendek.
Analis Memperkirakan Harga Emas Berpotensi Naik Jika Menembus Level Resisten
Di sisi lain, peluang kenaikan harga emas tetap terbuka apabila harga berhasil menembus level resisten terdekat. Ibrahim memperkirakan resisten awal berada di kisaran USD5.078 per troy ons.
Jika level tersebut berhasil dilampaui, harga logam mulia domestik diperkirakan dapat naik hingga sekitar Rp3.018.000 per gram. Momentum tersebut dinilai dapat membuka ruang penguatan lebih lanjut dalam waktu dekat.
Ia bahkan memperkirakan dalam sepekan ke depan harga emas dunia berpotensi bergerak hingga mencapai USD5.158 per troy ons. Pada saat yang sama, harga logam mulia di pasar domestik berpeluang menembus sekitar Rp3.100.000 per gram.
Ketidakpastian Global Mendorong Investor Kembali Melirik Emas
Ibrahim menilai dinamika harga emas saat ini masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan kondisi ekonomi dan geopolitik global. Ketidakpastian yang muncul dari berbagai faktor tersebut mendorong investor mencari instrumen yang dinilai lebih aman.
Dalam situasi seperti ini, emas kembali menarik perhatian sebagai aset safe haven. Ketika risiko global meningkat, banyak pelaku pasar memilih memindahkan sebagian portofolio mereka ke instrumen yang lebih stabil seperti emas.
Kondisi tersebut membuat prospek logam mulia tetap menarik bagi investor meskipun pergerakan harganya masih dibayangi fluktuasi jangka pendek.
