Analis Memproyeksikan Harga Logam Mulia Berpotensi Kembali Menembus Rp 3,1 Juta per Gram
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723185/original/051536300_1705921815-fotor-ai-2024012218929.jpg)
Harga emas dunia menutup perdagangan Sabtu pagi di level sekitar USD5.021 per troy ons. Pada saat yang sama, harga logam mulia di pasar domestik berada di kisaran Rp2.997.000 per gram.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pergerakan emas dalam jangka pendek masih membuka peluang koreksi maupun penguatan. Menurutnya, pelaku pasar kini mencermati sejumlah level teknikal yang dapat menentukan arah harga selanjutnya.
Kondisi ini membuat investor terus memantau perkembangan pasar global yang masih memengaruhi sentimen terhadap logam mulia.
Analis Menetapkan Level Support Jika Harga Emas Mengalami Koreksi
Ibrahim menjelaskan bahwa harga emas dunia berpotensi terkoreksi jika tekanan pasar meningkat. Dalam skenario tersebut, ia menempatkan level support pertama di kisaran USD4.973 per troy ons.
Pada level ini, harga logam mulia di pasar domestik diperkirakan berada di sekitar Rp2.972.000 per gram. Level tersebut dinilai dapat menjadi penopang awal bagi harga emas jika tekanan jual terjadi.
Namun jika koreksi berlanjut, pasar akan menguji support berikutnya di kisaran USD4.922 per troy ons. Dalam kondisi tersebut, harga logam mulia domestik berpotensi turun hingga sekitar Rp2.920.000 per gram.
Proyeksi ini menunjukkan bahwa pergerakan emas dalam jangka pendek masih dipengaruhi dinamika pasar global dan sentimen investor.
Analis Memperkirakan Harga Emas Berpeluang Naik Jika Menembus Level Resisten
Di sisi lain, peluang kenaikan harga emas tetap terbuka apabila pasar mampu menembus level resisten terdekat. Ibrahim memperkirakan resisten awal berada di sekitar USD5.078 per troy ons.
Jika level tersebut berhasil dilewati, harga logam mulia domestik diperkirakan dapat naik hingga sekitar Rp3.018.000 per gram. Momentum tersebut berpotensi mendorong penguatan lebih lanjut pada perdagangan berikutnya.
Ia bahkan memperkirakan dalam waktu sekitar satu minggu harga emas dunia berpotensi mencapai USD5.158 per troy ons. Jika skenario itu terjadi, harga logam mulia di pasar domestik berpeluang menyentuh sekitar Rp3.100.000 per gram.
Pergerakan Harga Emas Dipengaruhi Faktor Fundamental Global
Ibrahim menilai harga emas dunia cenderung bergerak lebih stabil meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung. Menurutnya, perhatian pasar saat ini lebih banyak tertuju pada pergerakan harga minyak mentah serta penguatan indeks dolar Amerika Serikat.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, dinilai berpotensi memicu kenaikan harga minyak yang kemudian meningkatkan tekanan inflasi global. Situasi tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat tetap tinggi.
Ekspektasi suku bunga yang tinggi biasanya menahan kenaikan harga emas karena sebagian investor mempertimbangkan imbal hasil dari instrumen lain yang dianggap lebih menarik.
Pelemahan Rupiah Berpotensi Menjaga Harga Logam Mulia di Atas Rp 3 Juta
Di dalam negeri, harga logam mulia diperkirakan tetap bertahan di kisaran Rp3.000.000 per gram. Proyeksi ini dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang diperkirakan masih berlanjut pada perdagangan pekan depan.
Di sisi lain, dinamika geopolitik di Timur Tengah juga dinilai dapat menahan penurunan harga emas secara signifikan. Kombinasi kedua faktor tersebut membuat harga logam mulia berpeluang tetap bertahan di atas level Rp3 juta per gram dalam waktu dekat.
