Harga Emas Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Kini Lebih Murah
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
Harga emas batangan yang dipasarkan melalui PT Pegadaian (Persero) kembali mengalami penurunan pada Minggu, 15 Maret 2026. Penurunan ini terjadi pada dua produk logam mulia yang banyak diminati masyarakat, yakni emas UBS dan Galeri24.
Mengacu pada laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas UBS kini berada di level Rp3.026.000 per gram. Sementara itu, harga emas Galeri24 tercatat Rp3.012.000 per gram. Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan harga pada Sabtu sebelumnya, ketika emas UBS dipatok Rp3.055.000 per gram dan Galeri24 dijual Rp3.039.000 per gram.
Perubahan harga ini menunjukkan dinamika pasar emas yang terus bergerak mengikuti kondisi ekonomi global maupun sentimen pasar domestik.
Pegadaian Menyediakan Beragam Ukuran Emas UBS dan Galeri24
Pegadaian menawarkan emas Galeri24 dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau setara 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS tersedia dengan ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram.
Untuk emas Galeri24, harga 0,5 gram tercatat Rp1.580.000 dan ukuran 1 gram dijual Rp3.012.000. Harga untuk ukuran 5 gram mencapai Rp14.768.000, sedangkan ukuran 10 gram dipasarkan sekitar Rp29.456.000.
Sementara itu, emas UBS ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.635.000 dan ukuran 1 gram dijual Rp3.026.000. Untuk ukuran 5 gram, harganya mencapai Rp14.839.000, sedangkan ukuran 10 gram berada di kisaran Rp29.523.000.
Pegadaian juga menyediakan ukuran besar seperti 100 gram hingga ratusan gram untuk kebutuhan investasi jangka panjang.
Penguatan Dolar AS Menekan Harga Emas Dunia
Di pasar global, harga emas tercatat melemah pada perdagangan akhir pekan. Harga emas spot turun sekitar 0,5 persen menjadi USD5.052,15 per ounce dan mencatat penurunan mingguan lebih dari dua persen.
Selain itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April juga turun 1,3 persen menjadi USD5.061,70 per ounce. Penurunan ini dipicu oleh penguatan dolar AS yang membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Trader logam independen, Tai Wong, menilai penguatan dolar AS turut menekan harga emas global. Menurutnya, posisi dolar yang mendekati level tertinggi dalam empat bulan membuat harga bullion bergerak menuju level terendah sejak konflik Iran mulai memanas.
Kebijakan Suku Bunga Tinggi Mengurangi Daya Tarik Emas
Selain penguatan dolar AS, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat juga memberi tekanan tambahan terhadap harga emas. Bank investasi Jerman, Commerzbank, menyebut ekspektasi suku bunga tinggi sebagai faktor penting yang memengaruhi pasar logam mulia.
Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Namun ketika suku bunga berada pada level tinggi, investor cenderung memilih instrumen lain yang memberikan imbal hasil lebih besar.
Data terbaru juga menunjukkan belanja konsumen di Amerika Serikat meningkat sedikit di atas perkiraan pada Januari. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa bank sentral AS kemungkinan belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
