Harga Emas Pegadaian Turun pada 14 Maret 2026 dan Tekan Nilai Investasi
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
Pegadaian Menurunkan Harga Emas UBS dan Galeri24 pada Perdagangan Sabtu
Harga emas yang dipasarkan PT Pegadaian (Persero) mengalami penurunan pada Sabtu, 14 Maret 2026. Penurunan ini terjadi secara bersamaan pada dua produk utama, yakni emas UBS dan Galeri24.
Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas UBS turun menjadi Rp 3.055.000 per gram dari sebelumnya Rp 3.082.000. Sementara itu, harga emas Galeri24 juga melemah menjadi Rp 3.039.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 3.066.000. Koreksi harga ini menunjukkan adanya tekanan yang merata di pasar emas ritel.
Pegadaian Menyediakan Emas dalam Berbagai Ukuran untuk Investor
Pegadaian tetap menyediakan emas dalam berbagai ukuran untuk memenuhi kebutuhan investor. Produk Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau setara 1 kilogram.
Di sisi lain, emas UBS dipasarkan dalam ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram. Variasi ukuran ini memberi fleksibilitas bagi masyarakat dalam menyesuaikan investasi sesuai kemampuan finansial.
Untuk rincian harga, emas Galeri24 ukuran 0,5 gram dijual Rp 1.593.000 dan 1 gram Rp 3.039.000. Sementara itu, ukuran 2 gram mencapai Rp 6.004.000 dan 5 gram Rp 14.900.000. Harga terus meningkat hingga ukuran besar, dengan 1.000 gram menyentuh Rp 2.945.080.000.
Adapun emas UBS ukuran 0,5 gram dipatok Rp 1.652.000 dan 1 gram Rp 3.055.000. Harga untuk 2 gram mencapai Rp 6.063.000 dan 5 gram Rp 14.983.000, kemudian terus naik hingga ukuran 500 gram yang dibanderol Rp 1.481.680.000.
Pelemahan Harga Emas Global Mendorong Penurunan Harga di Dalam Negeri
Penurunan harga emas Pegadaian tidak terlepas dari kondisi pasar global yang sedang melemah. Pada perdagangan internasional, harga emas dunia mencatat penurunan dan melanjutkan tren negatif dalam dua pekan terakhir.
Harga emas spot tercatat turun 0,5 persen menjadi USD 5.052,15 per ounce. Selain itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April juga melemah 1,3 persen ke level USD 5.061,70 per ounce.
Penguatan dolar Amerika Serikat menjadi faktor utama yang menekan harga emas global. Kondisi ini membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor luar negeri sehingga permintaan cenderung menurun.
Kebijakan Suku Bunga Tinggi Membatasi Kenaikan Harga Emas
Kebijakan moneter yang ketat turut menahan pergerakan harga emas. Bank investasi Commerzbank menyebutkan bahwa ekspektasi suku bunga tinggi mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan konsumsi yang masih kuat disertai inflasi yang belum mereda. Kondisi ini membuat pelaku pasar memperkirakan bahwa Federal Reserve belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Akibatnya, investor cenderung beralih ke instrumen yang memberikan imbal hasil, sehingga tekanan terhadap harga emas semakin meningkat.
Ketegangan Timur Tengah dan Distribusi Emas Mempengaruhi Pasar Global
Faktor geopolitik juga ikut memengaruhi dinamika harga emas. Ketegangan di Timur Tengah, terutama terkait Iran, meningkatkan ketidakpastian di pasar global.
Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai potensi serangan terhadap Iran memperkuat kekhawatiran investor. Di sisi lain, gangguan pasokan energi di kawasan Teluk turut memperburuk situasi.
Meski demikian, beberapa jalur distribusi mulai pulih. Penerbangan dari Dubai yang kembali beroperasi memungkinkan aliran perdagangan emas global berjalan kembali secara bertahap.
