Harga Emas Pegadaian Turun pada 13 Maret 2026, UBS dan Galeri24 Kompak Melemah
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
Pegadaian Menurunkan Harga Emas UBS dan Galeri24 pada Perdagangan Jumat
Harga emas batangan di Pegadaian mengalami penurunan pada Jumat, 13 Maret 2026. Penurunan ini terjadi pada dua produk utama, yaitu UBS dan Galeri24, yang sama-sama mencatat pelemahan dibandingkan hari sebelumnya.
Harga emas UBS turun menjadi Rp 3.082.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 3.113.000. Sementara itu, harga emas Galeri24 juga ikut melemah ke level Rp 3.066.000 per gram dari Rp 3.098.000. Perubahan ini menunjukkan tren penurunan yang terjadi secara serentak pada kedua jenis emas tersebut.
Pegadaian Menyediakan Emas dalam Berbagai Ukuran untuk Konsumen
Pegadaian menawarkan emas Galeri24 dalam berbagai pilihan ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Di sisi lain, emas UBS tersedia dari ukuran 0,5 gram hingga 500 gram.
Untuk Galeri24, harga 0,5 gram tercatat Rp 1.608.000, sedangkan 1 gram dijual Rp 3.066.000. Harga terus meningkat seiring bertambahnya berat, dengan 10 gram mencapai Rp 29.987.000 dan 100 gram sebesar Rp 297.870.000. Bahkan, untuk ukuran terbesar 1.000 gram, Pegadaian membanderol harga Rp 2.971.375.000.
Sementara itu, emas UBS dijual Rp 1.666.000 untuk 0,5 gram dan Rp 3.082.000 untuk 1 gram. Harga untuk 10 gram berada di angka Rp 30.069.000 dan 100 gram mencapai Rp 299.359.000. Untuk ukuran 500 gram, harga tercatat sebesar Rp 1.494.598.000.
Pasar Global Menekan Harga Emas Akibat Penguatan Dolar AS
Penurunan harga emas tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi global. Harga emas dunia melemah lebih dari 1 persen akibat penguatan dolar Amerika Serikat yang berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Selain itu, meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah dan meredanya harapan penurunan suku bunga turut menekan harga emas. Kondisi ini membuat aset berbasis imbal hasil menjadi lebih menarik dibandingkan emas.
Di sisi lain, konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, tetap mendorong aliran dana ke aset safe haven. Ketegangan tersebut bahkan memicu kenaikan harga minyak yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.
Kenaikan Harga Minyak dan Kebijakan Suku Bunga Mempengaruhi Arah Emas
Kenaikan harga minyak akibat gangguan pasokan energi di kawasan Timur Tengah ikut memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini biasanya menguntungkan emas sebagai lindung nilai, tetapi tekanan dari suku bunga tinggi justru menahan kenaikannya.
Meski demikian, sejumlah faktor masih menopang harga emas, seperti pembelian oleh bank sentral dan arus dana ke instrumen investasi berbasis emas. Kombinasi faktor tersebut membuat pergerakan harga emas tetap dinamis dan cenderung fluktuatif.
Pasar Logam Mulia Lain Ikut Bergerak Seiring Perubahan Sentimen
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga mengalami perubahan. Harga perak tercatat turun menjadi USD 84,90 per ons, meskipun dalam jangka panjang masih menunjukkan tren kenaikan yang kuat.
Sementara itu, platinum dan paladium juga mengalami penurunan masing-masing sekitar 1 persen. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen global tidak hanya memengaruhi emas, tetapi juga seluruh pasar logam mulia.
