Harga Emas Dunia Turun Lebih dari 1 Persen pada 13 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721216/original/051913900_1705711229-fotor-ai-2024012073928.jpg)
Pasar Global Menekan Harga Emas Akibat Penguatan Dolar AS
Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada Kamis atau Jumat waktu Jakarta, 13 Maret 2026. Tekanan utama datang dari penguatan dolar Amerika Serikat yang terus berlanjut selama tiga sesi perdagangan berturut-turut.
Kondisi tersebut membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Akibatnya, minat terhadap emas melemah karena investor beralih ke aset lain yang lebih kompetitif.
Harga emas di pasar spot turun 1,1 persen menjadi USD 5.118,16 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup turun 1 persen ke level USD 5.125,80 per ons.
Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Menekan Minat Investor terhadap Emas
Selain penguatan dolar, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah turut menekan harga emas. Investor melihat instrumen berbasis imbal hasil sebagai pilihan yang lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.
Di sisi lain, ekspektasi penurunan suku bunga juga mulai memudar. Situasi ini semakin mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai dalam jangka pendek.
Meski demikian, konflik di Timur Tengah tetap memicu sebagian aliran dana ke aset aman. Ketegangan yang melibatkan Iran memberikan sentimen campuran terhadap pergerakan harga emas global.
Konflik Timur Tengah Mendorong Lonjakan Harga Minyak Dunia
Peningkatan konflik di kawasan Timur Tengah ikut memperburuk kondisi pasar. Serangan yang melibatkan Iran menyebabkan dua kapal tanker terbakar di perairan Irak dan mengganggu pasokan energi global.
Peristiwa tersebut langsung mendorong kenaikan harga minyak mentah. Kenaikan harga energi kemudian memicu kekhawatiran inflasi karena biaya produksi dan distribusi ikut meningkat.
Tekanan inflasi biasanya mendukung kenaikan harga emas. Namun, suku bunga tinggi justru menahan potensi penguatan logam mulia tersebut.
Bank Sentral dan ETF Tetap Menopang Permintaan Emas
Meskipun harga emas melemah, sejumlah faktor tetap memberikan dukungan terhadap pasar. Pembelian emas oleh bank sentral dan aliran dana ke exchange traded fund (ETF) masih menunjukkan tren positif sepanjang tahun.
Aktivitas ini membantu menjaga stabilitas permintaan emas di tengah tekanan eksternal. Jika harga minyak dapat dikendalikan, peluang penguatan emas masih terbuka dalam jangka menengah.
Harga Perak dan Logam Mulia Lain Ikut Mengalami Pelemahan
Penurunan harga juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak turun 1 persen menjadi USD 84,90 per ons, meskipun sebelumnya mencatat kenaikan signifikan sepanjang tahun lalu.
Sementara itu, harga platinum turun 1,1 persen menjadi USD 2.145,75 per ons dan paladium melemah 1 persen ke USD 1.620,86 per ons. Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan pasar global berdampak luas pada sektor logam mulia.
