Harga Emas Perhiasan Turun Seiring Tekanan Global, Ini Rinciannya per 12 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
Pasar Global Menekan Harga Emas Hingga Turun di Bawah USD 5.150
Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, dan turun di bawah level USD 5.150 per ounce. Penurunan ini terjadi setelah harga emas mengalami koreksi selama dua sesi berturut-turut akibat meningkatnya tekanan dari faktor global.
Data menunjukkan harga emas merosot sekitar 0,65 persen ke posisi USD 5.145,9. Pelemahan ini muncul seiring lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi, sehingga mengurangi peluang pelonggaran kebijakan suku bunga oleh bank sentral.
Selain itu, pasar juga merespons pelepasan cadangan minyak dalam jumlah besar oleh negara-negara utama yang dinilai belum cukup untuk menstabilkan kondisi. Ketegangan geopolitik, terutama konflik yang melibatkan Iran, turut memperburuk sentimen pasar energi global.
Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Membebani Emas
Di sisi lain, penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah turut menekan harga emas. Kondisi ini terjadi karena investor memperkirakan kebijakan suku bunga akan tetap tinggi lebih lama akibat risiko inflasi yang meningkat.
Data terbaru menunjukkan inflasi inti Amerika Serikat masih terkendali di awal tahun, namun kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi membuat pasar tetap berhati-hati. Uni Eropa bahkan memperkirakan inflasi dapat melampaui 3 persen sepanjang tahun ini.
Akibatnya, emas sebagai aset lindung nilai menjadi kurang menarik dalam jangka pendek karena tidak memberikan imbal hasil, terutama saat suku bunga berada di level tinggi.
Harga Emas Perhiasan di Raja Emas Bergerak Variatif
Sejalan dengan tekanan global tersebut, harga emas perhiasan di pasar domestik menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Di Raja Emas, harga emas kadar tertinggi K24 tercatat mencapai Rp 2.680.000 per gram, sementara K24 reguler berada di level Rp 2.500.000 per gram.
Selanjutnya, harga emas K23 dijual Rp 2.237.000 per gram dan K22 sebesar Rp 2.139.000 per gram. Harga terus menurun seiring kadar, dengan K18 berada di Rp 1.752.000 per gram dan K14 di Rp 1.362.000 per gram.
Untuk kadar lebih rendah, K10 dijual Rp 973.000 per gram dan K5 berada di kisaran Rp 488.000 per gram.
Laku Emas Menawarkan Harga Jual dengan Rentang Serupa
Sementara itu, Laku Emas juga mencatat harga yang relatif sejalan dengan pasar. Emas kadar 24K dijual Rp 2.601.000 per gram, sedangkan 23K berada di Rp 2.237.000 per gram dan 22K di Rp 2.139.000 per gram.
Harga emas 18K tercatat Rp 1.748.000 per gram, sedangkan 14K dijual Rp 1.356.000 per gram. Untuk kadar lebih rendah, 10K berada di Rp 965.000 per gram dan 9K di Rp 866.000 per gram.
Pergerakan harga ini mencerminkan pengaruh kuat pasar global terhadap harga emas domestik, meskipun tetap dipengaruhi oleh faktor permintaan lokal.
Ketegangan Timur Tengah dan Lonjakan Minyak Memicu Ketidakpastian Pasar
Kondisi geopolitik terus menjadi faktor penting dalam pergerakan harga emas. Serangan terhadap kapal di Selat Hormuz dan konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak hingga sekitar 4 persen.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. Bahkan, muncul proyeksi harga minyak dapat mencapai USD 200 per barel jika konflik berlanjut.
Akibatnya, pasar berada dalam kondisi tarik-ulur antara kebutuhan aset aman dan tekanan dari suku bunga tinggi. Dalam situasi ini, harga emas cenderung bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan global.
