Harga Emas Pegadaian Naik Serentak, Produk UBS dan Galeri24 Kompak Menguat
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3458473/original/017839100_1621321947-20210518-Harga-Emas-Antam-6.jpg)
Pegadaian Mencatat Kenaikan Harga Emas UBS dan Galeri24 pada Perdagangan Pagi
Harga emas di Pegadaian bergerak naik pada Kamis pagi, 12 Maret 2026 sekitar pukul 05.25 WIB. Kenaikan ini terjadi pada dua produk logam mulia utama, yakni UBS dan Galeri24, yang sama-sama mencatat penguatan harga.
Emas UBS mengalami kenaikan sebesar Rp 7.000 sehingga mencapai Rp 3.113.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 3.106.000. Sementara itu, emas Galeri24 mencatat kenaikan lebih tinggi sebesar Rp 15.000, dari Rp 3.083.000 menjadi Rp 3.098.000 per gram.
Perubahan harga ini menunjukkan pergerakan positif di tengah fluktuasi pasar global, meskipun harga emas internasional sedang mengalami tekanan.
Pegadaian Menawarkan Beragam Ukuran Emas Sesuai Kebutuhan Investor
Pegadaian menyediakan emas Galeri24 dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Di sisi lain, emas UBS tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram, sehingga memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam berinvestasi.
Untuk produk Galeri24, harga 0,5 gram berada di Rp 1.625.000, sedangkan ukuran 1 gram dijual Rp 3.098.000. Harga terus meningkat seiring ukuran, dengan 10 gram mencapai Rp 30.306.000 dan 100 gram sebesar Rp 301.033.000.
Sementara itu, emas UBS untuk ukuran 0,5 gram dijual Rp 1.683.000 dan 1 gram sebesar Rp 3.113.000. Untuk ukuran lebih besar, harga 10 gram tercatat Rp 30.373.000 dan 100 gram mencapai Rp 302.393.000.
Pelemahan Harga Emas Dunia Menekan Sentimen Pasar Logam Mulia
Di tengah kenaikan harga di Pegadaian, harga emas dunia justru mengalami tekanan. Pada perdagangan global sebelumnya, harga emas spot turun sekitar 0,4 persen menjadi USD 5.169,02 per ounce.
Penurunan ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat yang membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor global. Selain itu, kekhawatiran inflasi juga mendorong ekspektasi suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Kondisi tersebut menyebabkan emas kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset lindung nilai, terutama karena tidak memberikan imbal hasil saat suku bunga tinggi.
Ketegangan Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak Mempengaruhi Arah Emas
Di sisi lain, konflik geopolitik di Timur Tengah terus memicu ketidakpastian pasar. Serangan terhadap kapal di Selat Hormuz mendorong harga minyak melonjak hingga sekitar 4 persen.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. Bahkan, muncul proyeksi harga minyak dapat menembus USD 200 per barel jika konflik terus berlanjut.
Meski demikian, analis tetap melihat potensi jangka panjang emas masih positif. Tekanan jangka pendek dinilai sebagai bagian dari dinamika pasar sebelum harga kembali melanjutkan tren kenaikan.
