Harga Emas Pegadaian Turun Rp 52.000 per Gram pada 10 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4837497/original/097905500_1716195905-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_1.jpg)
PT Pegadaian (Persero) menurunkan harga emas UBS dan Galeri24 secara serentak
Harga emas yang dijual PT Pegadaian (Persero) mengalami penurunan signifikan pada Selasa, 10 Maret 2026. Penurunan ini terjadi secara bersamaan pada dua produk utama, yaitu emas UBS dan Galeri24.
Berdasarkan data dari laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS turun Rp 52.000 menjadi Rp 3.053.000 per gram dari sebelumnya Rp 3.105.000. Sementara itu, emas Galeri24 juga mengalami penurunan dengan nilai yang sama, yakni Rp 52.000, sehingga berada di level Rp 3.039.000 per gram dari sebelumnya Rp 3.091.000.
Pergerakan ini menunjukkan tekanan yang cukup kuat pada harga emas ritel di Pegadaian dalam satu hari perdagangan.
PT Pegadaian (Persero) menyediakan variasi ukuran emas untuk investor ritel
Di tengah penurunan harga, PT Pegadaian (Persero) tetap menawarkan berbagai pilihan ukuran emas bagi masyarakat. Produk Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram.
Untuk ukuran kecil, harga emas Galeri24 0,5 gram tercatat Rp 1.593.000, sedangkan ukuran 1 gram berada di Rp 3.039.000. Sementara itu, emas UBS juga dijual mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram.
Harga emas UBS untuk ukuran 0,5 gram berada di Rp 1.651.000, sedangkan 1 gram dibanderol Rp 3.053.000. Variasi ini memberikan fleksibilitas bagi investor dalam menentukan pembelian sesuai kebutuhan.
CNBC melaporkan harga emas dunia turun akibat penguatan dolar AS
Penurunan harga emas Pegadaian terjadi seiring melemahnya harga emas global. Laporan CNBC mencatat harga emas spot turun 1,5 persen menjadi USD 5.091,62 per ounce.
Selain itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April juga turun 1,1 persen ke posisi USD 5.103,70 per ounce. Tekanan ini muncul akibat penguatan dolar AS serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga.
Kondisi tersebut membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor luar negeri, sehingga menekan permintaan di pasar global.
Federal Reserve memengaruhi pasar melalui kebijakan suku bunga dan data inflasi
Pasar global kini menantikan arah kebijakan Federal Reserve yang dipengaruhi oleh data inflasi terbaru. Indeks harga konsumen (CPI) dan Personal Consumption Expenditures (PCE) menjadi indikator utama yang diperhatikan pelaku pasar.
Di sisi lain, konflik di Timur Tengah turut memperkuat ketidakpastian ekonomi global. Situasi ini mendorong permintaan terhadap aset aman seperti emas, meskipun tekanan dari potensi suku bunga tinggi tetap membayangi.
Dengan berbagai faktor tersebut, harga emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.
