Harga Emas Perhiasan Bergerak Dinamis pada 10 Maret 2026, Simak Rincian Raja Emas dan Laku Emas
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
Raja Emas Indonesia merilis harga beli emas perhiasan berdasarkan kadar karat
Harga emas perhiasan di pasar domestik menunjukkan pergerakan dinamis pada Selasa, 10 Maret 2026. Informasi terbaru ini menjadi acuan penting bagi masyarakat yang ingin menjual perhiasan emas, terutama karena perbedaan harga ditentukan oleh tingkat kemurnian atau kadar karat.
Raja Emas Indonesia memperbarui harga beli emas perhiasan pada pukul 07.15 WIB. Dalam daftar tersebut, emas dengan kadar tertinggi K24* mencapai Rp 2.630.000 per gram, sedangkan K24 berada di Rp 2.470.000 per gram.
Selanjutnya, harga untuk K23 tercatat Rp 2.198.000 dan K22 sebesar Rp 2.102.000. Harga terus menurun seiring berkurangnya kadar emas, hingga K10 berada di Rp 956.000 per gram dan K5 menjadi yang terendah di Rp 479.000 per gram.
Perbedaan harga ini menegaskan bahwa tingkat kemurnian emas menjadi faktor utama dalam menentukan nilai jual perhiasan di pasar.
Laku Emas menetapkan harga jual emas perhiasan sesuai tingkat kemurnian
Di sisi lain, Laku Emas juga merilis harga jual emas perhiasan pada hari yang sama, tepatnya pukul 07.03 WIB. Data ini menjadi referensi bagi masyarakat yang ingin membeli emas perhiasan dengan berbagai pilihan kadar karat.
Untuk emas dengan kadar tertinggi, yakni 24K (99%), harga ditetapkan Rp 2.572.000 per gram. Sementara itu, harga untuk 23K mencapai Rp 2.211.000 dan 22K berada di Rp 2.114.000 per gram.
Selanjutnya, emas 21K dibanderol Rp 2.022.000 dan 20K sebesar Rp 1.924.000 per gram. Harga terus menyesuaikan dengan kadar, hingga emas 10K berada di Rp 954.000 dan 9K di level Rp 856.000 per gram.
Dengan variasi tersebut, konsumen memiliki banyak pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Federal Reserve dan faktor global memengaruhi fluktuasi harga emas perhiasan
Pergerakan harga emas perhiasan tidak terlepas dari pengaruh kondisi ekonomi global dan domestik. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta kebijakan suku bunga dari Federal Reserve turut memengaruhi dinamika harga di pasar.
Selain itu, ketegangan geopolitik global juga mendorong perubahan permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Kondisi ini membuat harga emas cenderung fluktuatif dalam jangka pendek.
Di sisi lain, faktor internal seperti kadar karat dan biaya produksi turut menentukan harga akhir perhiasan. Oleh karena itu, harga emas perhiasan biasanya berbeda dengan emas batangan karena adanya tambahan biaya desain dan pengerjaan.
Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, masyarakat disarankan untuk terus memantau perkembangan harga dari berbagai sumber sebelum melakukan transaksi agar mendapatkan nilai terbaik.
