Harga Emas Perhiasan Melemah pada 9 Maret 2026 Seiring Tekanan Global
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
Harga emas dunia turun dan menekan pasar perhiasan domestik
Harga emas perhiasan di pasar domestik ikut bergerak turun pada Senin, 9 Maret 2026, seiring pelemahan harga emas global. Tekanan ini muncul setelah dolar Amerika Serikat menguat dan kekhawatiran kenaikan suku bunga meningkat di tengah konflik Timur Tengah yang terus berlanjut.
Mengutip laporan Yahoo Finance, harga emas sempat anjlok hingga 3% ke kisaran USD 5.015 per ounce sebelum akhirnya pulih sebagian. Sementara itu, harga emas spot tercatat turun 1,6% menjadi USD 5.091,06 per ounce pada perdagangan siang di Singapura.
Penurunan ini terjadi seiring lonjakan harga minyak yang mendekati USD 120 per barel. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong penguatan dolar AS, sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Analis melihat lonjakan inflasi dan suku bunga melemahkan daya tarik emas
Analis Vantage Markets di Melbourne, Hebe Chen, menilai kenaikan harga energi menciptakan efek berantai yang memperkuat dolar dan melemahkan harga emas. Ia menegaskan bahwa tekanan inflasi membuat pasar memperkirakan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Selain itu, ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga turut membebani harga emas. Dalam kondisi tersebut, emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik dibandingkan aset berbunga.
Ahli strategi Oversea-Chinese Banking Corp, Christopher Wong, juga menilai investor kerap menjual emas untuk mendapatkan likuiditas saat pasar mengalami tekanan. Namun, ia menambahkan bahwa ketidakpastian geopolitik dalam jangka panjang tetap menopang permintaan terhadap aset aman seperti emas.
Harga emas perhiasan di Raja Emas Indonesia menunjukkan variasi berdasarkan kadar
Di pasar domestik, harga emas perhiasan di Raja Emas Indonesia mencerminkan perbedaan signifikan berdasarkan kadar karat. Untuk kadar tertinggi K24*, harga tercatat Rp 2.630.000 per gram, sementara K24 berada di Rp 2.470.000 per gram.
Selanjutnya, harga K23 mencapai Rp 2.198.000 dan K22 sebesar Rp 2.102.000 per gram. Harga terus menurun seiring kadar emas yang lebih rendah, hingga K10 berada di Rp 956.000 per gram dan K5 menjadi yang terendah di Rp 479.000 per gram.
Variasi ini menunjukkan bahwa tingkat kemurnian emas tetap menjadi faktor utama dalam menentukan nilai perhiasan di pasar.
Harga emas perhiasan di Laku Emas mengikuti tren penurunan global
Sementara itu, harga jual emas perhiasan di Laku Emas juga mengikuti tren serupa. Untuk kadar 24K (99%), harga tercatat Rp 2.572.000 per gram, sedangkan 23K berada di Rp 2.211.000 dan 22K di Rp 2.114.000 per gram.
Harga kemudian bergerak turun seiring penurunan kadar, dengan 21K di Rp 2.022.000 dan 20K sebesar Rp 1.924.000 per gram. Untuk kadar lebih rendah, seperti 10K dan 9K, harga masing-masing berada di Rp 954.000 dan Rp 856.000 per gram.
Pergerakan ini menegaskan bahwa pasar emas perhiasan domestik sangat dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk nilai tukar dolar dan kebijakan suku bunga.
