Pemerintah Kembangkan Hilirisasi Emas Paling Lengkap dari Tambang hingga Produk Keuangan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
Airlangga Hartarto Tegaskan Hilirisasi Emas Indonesia Jadi yang Paling Komprehensif
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa hilirisasi komoditas emas di Indonesia telah berkembang menjadi salah satu yang paling lengkap dibandingkan sektor lainnya. Ia menyampaikan hal tersebut dalam peluncuran roadmap bullion bank di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026.
Menurutnya, pengembangan sektor emas tidak hanya berhenti pada proses industri, tetapi juga meluas hingga sektor jasa dan produk keuangan. Dengan demikian, Indonesia berhasil membangun rantai nilai emas yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Pemerintah Bangun Ekosistem Emas dari Pertambangan hingga Instrumen Investasi
Airlangga menjelaskan bahwa hilirisasi di sektor emas dan tembaga telah menciptakan ekosistem menyeluruh. Rantai tersebut mencakup kegiatan pertambangan, pengolahan bullion, hingga berbagai produk investasi berbasis emas.
Lebih lanjut, pemerintah mendorong pengembangan instrumen keuangan modern seperti reksa dana dan exchange traded fund berbasis emas. Langkah ini memperluas pilihan investasi sekaligus memperkuat posisi emas sebagai aset strategis.
Regulator Awasi Perdagangan Derivatif dan Indeks Emas di Pasar Berjangka
Selain pengembangan produk investasi, pemerintah juga memastikan sistem pengawasan berjalan optimal. Perdagangan derivatif emas kini berlangsung di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.
Lembaga tersebut juga memfasilitasi transaksi indeks emas di pasar berjangka. Dengan pengawasan yang ketat, pemerintah berupaya menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar emas nasional.
Pemerintah Perkuat Rantai Nilai Emas Hingga Industri Perhiasan dan Ekspor
Airlangga menilai bahwa kekuatan utama komoditas emas terletak pada rantai nilainya yang luas. Ekosistem ini tidak hanya mencakup sektor pertambangan dan keuangan, tetapi juga industri perhiasan yang memiliki potensi besar untuk ekspor.
Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat integrasi antar sektor agar nilai tambah emas dapat dimaksimalkan di dalam negeri.
Pemerintah Prioritaskan Pemanfaatan Emas untuk Kebutuhan Domestik
Untuk mendukung optimalisasi tersebut, pemerintah menyiapkan kebijakan tambahan terkait biaya keluar emas. Kebijakan ini bertujuan agar hasil tambang emas dan produk bullion lebih banyak dimanfaatkan di dalam negeri.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan nilai ekonomi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri.
