Analis Prediksi Harga Emas Berpeluang Naik Usai Melemah Sepanjang Pekan

Harga Emas Antam Turun Tipis Selama Sepekan Terakhir Maret 2026
Jakarta – Harga emas Antam mengalami pelemahan tipis sepanjang sepekan terakhir Maret 2026. Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia Antam pada Minggu, 29 Maret 2026, harga emas turun Rp6.000 per gram dari Rp2.843.000 pada Senin, 23 Maret menjadi Rp2.837.000 per gram pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Pergerakan harga yang relatif terbatas ini menunjukkan kondisi pasar yang cenderung stagnan. Meski sempat mengalami kenaikan dan penurunan dalam periode tersebut, harga emas belum menunjukkan tren penguatan yang konsisten.
Analis Prediksi Harga Emas Naik Bertahap Pekan Depan
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan harga emas saat ini hanya bersifat sementara. Ia memperkirakan harga emas berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat, meskipun belum mampu menembus level Rp3.000.000 per gram pada pekan berikutnya.
Dalam proyeksinya, Ibrahim menyebut harga emas berpeluang naik ke kisaran Rp2.855.000 hingga Rp2.920.000 per gram. Ia menilai kenaikan menuju Rp3.000.000 per gram kemungkinan baru terjadi pada pekan selanjutnya, seiring penguatan sentimen pasar yang bertahap.
Analis Perkirakan Risiko Penurunan Masih Terbuka
Di sisi lain, Ibrahim juga mengingatkan bahwa potensi pelemahan harga emas tetap ada. Ia memprediksi harga bisa turun hingga level Rp2.750.000 per gram dalam skenario terburuk. Namun, ia menilai penurunan kemungkinan tertahan di kisaran Rp2.800.000 per gram.
Proyeksi ini menunjukkan bahwa pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih berada dalam fase fluktuatif. Oleh karena itu, investor perlu mencermati dinamika pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
Permintaan Bank Sentral dan Konflik Global Dukung Harga Emas
Lebih lanjut, Ibrahim menilai faktor permintaan dari bank sentral global menjadi salah satu penopang utama harga emas. Ia menyebut bank sentral terus meningkatkan cadangan emas sebagai lindung nilai, terutama saat harga mengalami penurunan.
Selain itu, konflik geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur juga menjadi faktor penting yang memengaruhi sentimen pasar. Ketidakpastian akibat konflik membuat investor cenderung melirik emas sebagai aset aman, sehingga membuka peluang kenaikan harga di masa mendatang.
Analis Optimistis Harga Emas Jangka Panjang Tetap Menguat
Ibrahim menegaskan bahwa investor tidak perlu khawatir terhadap penurunan harga jangka pendek. Ia tetap optimistis harga emas akan terus menguat dalam jangka panjang, bahkan mempertahankan target harga hingga Rp4.000.000 per gram.
Menurutnya, kombinasi faktor permintaan global, ketidakpastian ekonomi, serta peran emas sebagai aset lindung nilai akan terus mendorong harga naik. Oleh karena itu, ia menyarankan investor untuk tetap mempertahankan investasi emas sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang.
