Harga Emas Perhiasan 31 Maret 2026 Bergerak Variatif, Raja Emas dan Laku Emas Rilis Daftar Terbaru
Raja Emas Tetapkan Harga Beli Emas Per
hiasan Berdasarkan Kadar Karat
Jakarta – Harga emas perhiasan pada Selasa, 31 Maret 2026, menunjukkan pergerakan yang bervariasi di pasar domestik. Perubahan ini mencerminkan dinamika harga emas global serta kondisi ekonomi yang terus berkembang.
Raja Emas Indonesia merilis daftar harga beli emas perhiasan per gram dengan variasi berdasarkan kadar karat. Harga tertinggi tercatat pada emas K24* yang mencapai Rp 2.290.000 per gram. Sementara itu, emas K24 berada di level Rp 2.050.000 per gram.
Selanjutnya, harga emas K23 ditetapkan Rp 1.934.000 per gram dan K22 sebesar Rp 1.849.000 per gram. Harga terus menurun seiring penurunan kadar, dengan K21 di Rp 1.767.000 dan K20 di Rp 1.682.000 per gram.
Pada kadar menengah hingga rendah, harga K18 berada di Rp 1.514.000 per gram dan K15 di Rp 1.262.000 per gram. Sementara itu, emas kadar rendah seperti K10 dihargai Rp 841.000 per gram dan K5 berada di Rp 425.000 per gram.
Laku Emas Tawarkan Harga Jual Perhiasan dengan Rentang Kompetitif
Di sisi lain, Laku Emas menetapkan harga jual emas perhiasan dengan kisaran yang kompetitif pada hari yang sama. Untuk emas 24K (99 persen), harga jual tercatat Rp 2.258.000 per gram.
Selanjutnya, emas 23K dijual Rp 1.938.000 per gram dan 22K sebesar Rp 1.853.000 per gram. Harga untuk 21K berada di Rp 1.772.000 dan 20K di Rp 1.686.000 per gram.
Pada kadar lainnya, harga 18K tercatat Rp 1.515.000 per gram, sedangkan 15K berada di Rp 1.259.000 per gram. Untuk kadar lebih rendah seperti 10K, harga dipatok Rp 835.000 per gram dan 9K berada di Rp 749.000 per gram.
Perbedaan harga ini memberikan pilihan bagi konsumen yang ingin menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan dan anggaran.
Pelaku Pasar Perhatikan Faktor Global dan Biaya Produksi dalam Menentukan Harga
Pergerakan harga emas perhiasan tidak hanya dipengaruhi oleh kadar karat, tetapi juga oleh berbagai faktor eksternal. Dinamika pasar global, termasuk kebijakan bank sentral dan fluktuasi nilai tukar mata uang, ikut membentuk harga emas.
Selain itu, biaya produksi, desain, dan pembuatan perhiasan juga menambah nilai jual di tingkat ritel. Faktor ini menyebabkan perbedaan harga antar penyedia, sehingga konsumen perlu membandingkan sebelum melakukan transaksi.
Dengan memahami berbagai faktor tersebut, pelaku pasar dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, baik untuk membeli maupun menjual emas perhiasan di tengah kondisi pasar yang terus berubah.
