Harga Emas Pegadaian Bergerak Variatif pada 3 April 2026, Antam Naik Saat UBS dan Galeri24 Turun
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
Pegadaian Mencatat Kenaikan Harga Emas Antam dan Penurunan UBS serta Galeri24
Jakarta – Harga emas yang dipasarkan PT Pegadaian (Persero) menunjukkan pergerakan yang beragam pada Jumat, 3 April 2026. Di tengah tekanan pasar global, harga emas Antam justru naik, sementara UBS dan Galeri24 mengalami penurunan.
Mengutip laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Antam meningkat menjadi Rp3.039.000 per gram. Kenaikan ini terjadi dari posisi sebelumnya Rp3.019.000 per gram pada perdagangan Kamis. Sebaliknya, harga emas UBS turun menjadi Rp2.917.000 per gram dari Rp2.923.000, dan Galeri24 melemah ke Rp2.903.000 per gram dari Rp2.908.000.
Pergerakan yang berbeda ini mencerminkan dinamika pasar yang tidak seragam, terutama di tengah sentimen global yang masih berfluktuasi.
Pegadaian Menyediakan Beragam Ukuran Emas untuk Investor
Pegadaian tetap menyediakan berbagai pilihan ukuran emas untuk memenuhi kebutuhan investor. Produk Galeri24 dijual mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, sementara UBS tersedia dari 0,5 gram hingga 500 gram. Adapun emas Antam di Pegadaian ditawarkan mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram.
Untuk rincian harga, emas Galeri24 ukuran 1 gram dibanderol Rp2.903.000, sedangkan ukuran 10 gram mencapai Rp28.395.000. Sementara itu, emas Antam ukuran 1 gram dijual Rp3.039.000 dan ukuran 10 gram mencapai Rp29.864.000.
Di sisi lain, emas UBS ukuran 1 gram dipatok Rp2.917.000 dan ukuran 10 gram sebesar Rp28.459.000. Perbedaan harga ini memberikan alternatif bagi masyarakat dalam memilih instrumen investasi emas sesuai kebutuhan dan preferensi.
Tekanan Global Mendorong Pergerakan Harga Emas yang Tidak Seragam
Pergerakan harga emas di Pegadaian tidak terlepas dari kondisi global yang sedang mengalami tekanan. Harga emas dunia turun tajam akibat penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kelanjutan konflik dengan Iran memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga minyak dan memperbesar kemungkinan bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Akibatnya, emas menjadi kurang menarik bagi investor karena tidak memberikan imbal hasil. Sejak konflik Iran dimulai pada 28 Februari 2026, harga emas global tercatat telah turun sekitar 13 persen.
Situasi ini membuat pasar emas bergerak dinamis, di mana sebagian produk mengalami kenaikan sementara lainnya justru melemah, tergantung pada permintaan dan mekanisme harga masing-masing.
