Pegadaian Turunkan Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 pada 7 April 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805343/original/080058200_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_5.jpg)
Pegadaian Catat Penurunan Harga Emas di Semua Produk Utama
Jakarta – PT Pegadaian (Persero) menurunkan harga emas pada Selasa, 7 April 2026, untuk seluruh produk utama, termasuk Antam, UBS, dan Galeri24. Penurunan ini langsung memengaruhi pasar emas domestik dan menjadi perhatian investor serta masyarakat.
Berdasarkan data dari laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS turun menjadi Rp2.874.000 per gram dari sebelumnya Rp2.885.000. Sementara itu, emas Antam ikut melemah ke Rp2.945.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.972.000.
Selain itu, harga emas Galeri24 juga terkoreksi menjadi Rp2.860.000 per gram dari sebelumnya Rp2.870.000. Penurunan serentak ini menunjukkan adanya tekanan pada harga emas yang sejalan dengan kondisi pasar global.
Pegadaian menegaskan bahwa harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar. Oleh sebab itu, konsumen perlu memantau pergerakan harga sebelum melakukan transaksi.
Pegadaian Sediakan Beragam Ukuran Emas untuk Menjangkau Berbagai Segmen
Pegadaian menawarkan emas Galeri24 dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Di sisi lain, emas UBS tersedia dari 0,5 gram hingga 500 gram sehingga memberikan pilihan yang fleksibel bagi investor.
Sementara itu, emas Antam ditawarkan dalam ukuran 0,5 gram hingga 100 gram. Variasi ini memudahkan masyarakat menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan investasi maupun kemampuan finansial.
Untuk rincian harga, emas Galeri24 dijual Rp1.500.000 untuk 0,5 gram dan Rp2.860.000 untuk 1 gram. Kemudian, emas Antam dibanderol Rp1.525.000 untuk 0,5 gram dan Rp2.945.000 per gram.
Adapun emas UBS dijual Rp1.553.000 untuk 0,5 gram dan Rp2.874.000 per gram. Perbedaan harga antar produk mencerminkan karakteristik masing-masing merek di pasar.
Investor Menahan Transaksi Saat Harga Emas Dunia Melemah
Di tingkat global, harga emas juga mengalami pelemahan pada awal pekan. Kondisi ini terjadi karena investor memilih menahan transaksi sambil mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketegangan meningkat menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia. Situasi ini menciptakan ketidakpastian yang memengaruhi pasar komoditas.
Harga emas spot tercatat turun 0,4 persen menjadi USD4.654,99 per ounce, sementara kontrak berjangka emas AS naik tipis 0,1 persen ke USD4.684,70 per ounce. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih mencari arah yang jelas.
Kenaikan Suku Bunga dan Harga Energi Menekan Daya Tarik Emas
Analis menilai kebijakan suku bunga global turut memengaruhi pergerakan harga emas. Kenaikan harga minyak akibat konflik berpotensi mendorong inflasi sehingga membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter.
Kondisi tersebut membuat emas kehilangan daya tarik karena tidak memberikan imbal hasil bunga. Akibatnya, investor cenderung beralih ke instrumen lain ketika suku bunga tetap tinggi.
Selain itu, pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat, seperti risalah rapat The Fed, data PCE, dan indeks harga konsumen. Mayoritas investor memperkirakan bank sentral AS tidak akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Dengan berbagai tekanan tersebut, harga emas diperkirakan masih bergerak fluktuatif. Investor pun tetap berhati-hati sambil menunggu kepastian arah kebijakan global.
