Harga Emas Antam Naik Rp19.000 pada 7 April 2026, Buyback Ikut Menguat
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
Harga Emas Antam Berbalik Menguat Setelah Sempat Tertekan
Jakarta – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Selasa, 7 April 2026, setelah sebelumnya mengalami tekanan. Kenaikan ini menunjukkan adanya pergerakan positif di tengah dinamika pasar global.
Harga emas Antam naik Rp19.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kini, harga logam mulia tersebut dipatok sebesar Rp2.850.000 per gram, meningkat dari posisi Rp2.831.000 per gram.
Selain itu, harga buyback atau harga jual kembali juga ikut naik Rp19.000 menjadi Rp2.569.000 per gram. Kenaikan ini memberikan peluang bagi pemilik emas yang ingin menjual kembali asetnya di tengah fluktuasi harga.
Antam Rilis Daftar Harga Lengkap untuk Berbagai Ukuran Emas
Antam merilis daftar harga emas terbaru berdasarkan pengiriman dari Pulogadung. Untuk ukuran terkecil, emas 0,5 gram dijual Rp1.475.500, sementara ukuran 1 gram mencapai Rp2.850.000.
Selanjutnya, emas 2 gram dibanderol Rp5.640.000 dan ukuran 3 gram mencapai Rp8.435.000. Harga terus meningkat seiring bertambahnya berat, seperti 5 gram di Rp14.025.000 dan 10 gram di Rp27.995.000.
Untuk ukuran lebih besar, emas 25 gram dijual Rp69.862.000 dan 50 gram sebesar Rp139.645.000. Adapun emas 100 gram dipatok Rp279.212.000, sedangkan 250 gram mencapai Rp697.765.000.
Sementara itu, emas 500 gram dibanderol Rp1.395.320.000 dan ukuran terbesar 1.000 gram atau 1 kilogram mencapai Rp2.790.600.000.
Harga Emas Dunia Melemah Saat Investor Menunggu Kepastian Geopolitik
Di sisi lain, harga emas dunia justru bergerak melemah pada awal pekan. Investor memilih menahan transaksi sambil mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Penurunan terjadi menjelang tenggat waktu yang berkaitan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting dalam perdagangan minyak global. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar mengambil sikap hati-hati.
Harga emas spot tercatat turun 0,4 persen menjadi USD4.654,99 per ounce, sementara kontrak berjangka emas Amerika Serikat naik tipis 0,1 persen ke level USD4.684,70 per ounce.
Kenaikan Harga Energi dan Suku Bunga Menekan Daya Tarik Emas
Analis menilai pergerakan emas tidak hanya dipengaruhi faktor geopolitik, tetapi juga kebijakan suku bunga global. Lonjakan harga minyak akibat konflik berpotensi meningkatkan inflasi dan membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter.
Kondisi ini membuat emas menjadi kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke instrumen lain yang menawarkan return lebih besar.
Di samping itu, pelaku pasar juga menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat, seperti risalah rapat The Fed, data PCE, dan indeks harga konsumen. Mayoritas investor memperkirakan tidak ada pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
