Harga emas dunia diprediksi menguat pada 9 April 2026 di tengah sinyal dovish The Fed dan pelemahan dolar AS
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
Analis memproyeksikan penguatan harga emas saat pasar memasuki fase konsolidasi teknikal pada 9 April 2026
Jakarta – Harga emas dunia pada Kamis, 9 April 2026, diperkirakan bergerak menguat seiring kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang mendukung tren bullish. Pasar logam mulia menunjukkan fase konsolidasi setelah sebelumnya mengalami koreksi, namun tetap mempertahankan struktur penguatan jangka pendek.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 masih berada dalam fase konsolidasi yang sehat. Kondisi tersebut membuka peluang lanjutan tren naik selama harga mampu bertahan di area support dinamis yang terbentuk dari indikator Moving Average 21 dan 34.
Ia menegaskan bahwa harga yang tetap berada di atas area tersebut menunjukkan tekanan beli masih dominan. Dalam kondisi ini, pasar dinilai belum kehilangan momentum penguatan meski volatilitas jangka pendek masih terjadi.
Pelaku pasar mengamati level support kunci emas di area 4.698 untuk menentukan arah selanjutnya
Dalam analisis teknikal, harga emas membentuk struktur swing low di sekitar level 4.698 yang kini menjadi titik support penting. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka dan tren naik masih terjaga.
Apabila tekanan beli meningkat, emas berpotensi bergerak menuju resistance terdekat di 4.799. Jika level tersebut berhasil ditembus, pasar membuka ruang kenaikan lanjutan ke area 4.858 yang menjadi target berikutnya dalam struktur pergerakan saat ini.
Meski demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi fluktuasi jangka pendek. Pergerakan harga masih dapat berbalik sementara sebelum membentuk arah tren yang lebih kuat dan konsisten.
Analis menilai ekspektasi kebijakan The Fed memperkuat prospek kenaikan harga emas
Dari sisi fundamental, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve menjadi pendorong utama penguatan emas. Pasar mulai mengantisipasi penurunan suku bunga setelah muncul indikasi perlambatan inflasi di Amerika Serikat.
Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil tetap, sehingga menjadi lebih kompetitif saat suku bunga turun. Selain itu, pelemahan dolar AS turut mendukung kenaikan harga emas karena membuat logam mulia tersebut lebih murah bagi investor global.
Investor mempertahankan minat terhadap emas di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi
Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global juga terus menjaga minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Dalam situasi risiko yang masih tinggi, investor cenderung mempertahankan atau menambah posisi pada logam mulia untuk melindungi nilai aset.
Dengan kombinasi faktor teknikal yang stabil dan sentimen fundamental yang mendukung, analis menilai peluang penguatan harga emas masih terbuka dalam jangka pendek meski volatilitas pasar tetap tinggi.
