Harga Emas Menguat Lebih dari Satu Persen di Tengah Pelemahan Dolar AS dan Ketegangan Global
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
Investor Mendorong Harga Emas Naik Lebih dari Satu Persen di Pasar Global
Harga emas global menguat lebih dari 1 persen pada perdagangan Kamis waktu setempat setelah dolar Amerika Serikat melemah. Penguatan ini terjadi ketika investor meningkatkan minat terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Selain itu, pasar mencatat kenaikan harga emas spot yang mencapai 1,7 persen menjadi USD 4.796,50 per ons, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga pekan.
Kontrak berjangka emas di Amerika Serikat juga ikut bergerak naik sekitar 1 persen hingga berada di level USD 4.823,00. Pergerakan ini menunjukkan peningkatan permintaan yang konsisten di pasar logam mulia, terutama ketika investor mencari perlindungan dari volatilitas mata uang.
Pelaku Pasar Menilai Dampak Dolar Lemah dan Ketegangan Timur Tengah Terhadap Emas
Pelemahan dolar AS mendorong harga emas menjadi lebih menarik bagi pembeli internasional karena biaya pembelian menjadi lebih murah. Kondisi ini memperkuat momentum kenaikan harga emas di pasar global.
Di sisi lain, pelaku pasar terus memantau perkembangan ketegangan di Timur Tengah. Israel melanjutkan serangan ke beberapa target di Lebanon, sementara ketidakpastian mengenai gencatan senjata antara berbagai pihak meningkatkan kekhawatiran pasar. Ketegangan ini menambah risiko inflasi melalui potensi kenaikan harga energi, yang pada akhirnya turut memengaruhi pergerakan emas sebagai aset lindung nilai.
Investor Menunggu Data Inflasi AS untuk Menentukan Arah Kebijakan The Fed
Investor kini mengalihkan fokus pada rilis data indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada akhir pekan. Data tersebut akan memberikan gambaran baru mengenai tekanan inflasi dan arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Selain CPI, pasar juga memperhatikan data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang sebelumnya tercatat naik 2,8 persen dalam 12 bulan hingga Februari. Ekspektasi kenaikan lebih lanjut pada Maret turut menahan optimisme pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Sementara itu, logam mulia lain juga mencatat penguatan. Harga perak naik 2,3 persen menjadi USD 75,84 per ons, platinum menguat ke USD 2.082,78, dan paladium naik tipis ke USD 1.559,10. Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen pasar logam mulia masih berada dalam tren positif di tengah ketidakpastian global.
