Harga Emas Pegadaian Turun Serempak pada 10 April 2026 di Seluruh Jenis Logam Mulia
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
Harga emas di Pegadaian pada Jumat, 10 April 2026, bergerak melemah dan mencatat penurunan serempak pada seluruh jenis logam mulia yang diperdagangkan. Pegadaian mencatat koreksi harga pada emas UBS, Antam, dan Galeri24 dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan tekanan pada pasar emas domestik yang ikut terpengaruh oleh dinamika harga global serta pergerakan nilai tukar. Meski demikian, permintaan emas tetap berjalan stabil karena emas masih dipandang sebagai aset lindung nilai oleh masyarakat.
Harga emas Pegadaian mencatat penurunan pada 10 April 2026
Pegadaian menetapkan harga emas UBS di level Rp2.879.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya Rp2.923.000 per gram. Emas Antam juga melemah ke Rp2.964.000 per gram dari sebelumnya Rp3.016.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri24 ikut terkoreksi menjadi Rp2.865.000 per gram dibandingkan harga sebelumnya Rp2.908.000 per gram. Penurunan ini terjadi merata pada hampir seluruh ukuran, mulai dari pecahan kecil hingga besar. Koreksi harga tersebut mencerminkan tekanan jual yang meningkat di pasar emas domestik pada awal perdagangan hari itu.
Pegadaian merinci harga emas berdasarkan ukuran dan merek
Pegadaian juga merilis rincian harga emas berdasarkan ukuran untuk masing-masing merek. Galeri24 mencatat harga 0,5 gram di level Rp1.503.000, sementara 1 gram berada di Rp2.865.000 dan terus meningkat hingga 1 kilogram yang menembus Rp2.776.790.000. Untuk emas Antam, harga 0,5 gram berada di Rp1.534.000 dan 1 gram di Rp2.964.000, dengan ukuran 100 gram mencapai Rp290.381.000. Adapun UBS mencatat harga 0,5 gram sebesar Rp1.556.000 dan 1 gram Rp2.879.000, sedangkan ukuran 500 gram menembus Rp1.396.048.000. Struktur harga ini menunjukkan konsistensi penurunan di berbagai denominasi emas.
Pergerakan pasar global ikut menekan harga emas domestik
Di pasar internasional, harga emas sempat menguat dalam beberapa sesi sebelumnya akibat pelemahan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Namun, tekanan pasar tetap muncul karena investor menunggu data inflasi Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Kondisi tersebut membuat harga emas berfluktuasi dan memicu aksi ambil untung di pasar. Perubahan sentimen global ini kemudian berdampak langsung pada harga emas di Indonesia, termasuk yang tercatat di Pegadaian.
